Saat dikonfirmasi Fakta Hukum NTT, ST mengaku tidak berada di Polres Nagekeo pada malam kejadian dan baru mengetahui insiden tersebut dari video yang beredar.

Meski demikian, ia mengakui mengenal sebagian orang yang terlihat dalam rekaman video.

“Terkait masalah yang saya lihat di media, saya tidak tahu. Kalau dalam video yang berkembang, sebagian orang yang ada dalam rekaman memang saya kenal karena berasal dari kampung saya, tetapi saya tidak mengetahui kejadian itu saat berlangsung,” jelas ST melalui pesan WhatsApp, Jumat, 5 Juni 2026.

Akan Tempuh Jalur Hukum

Patrick menegaskan bahwa persoalan antara dirinya dengan M dan kuasa hukumnya telah diselesaikan melalui proses klarifikasi yang difasilitasi petugas SPKT Polres Nagekeo.

Menurutnya, seluruh keberatan yang disampaikan telah dijelaskan secara terbuka di hadapan polisi.

Namun demikian, terkait kedatangan kelompok massa yang diduga menargetkan dirinya, Patrick berencana menempuh jalur hukum.

Ia mengaku mengenali beberapa orang yang berada dalam kelompok tersebut dan akan melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Ada beberapa orang yang saya kenal malam itu. Saya berencana melaporkan mereka ke polisi agar dipanggil dan diperiksa sehingga dapat diketahui siapa yang berada di balik kejadian tersebut,” ujar Patrick. (Tenda)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.