Andi menegaskan bahwa Saturnus dikenal sebagai peternak mitra yang sangat kooperatif dan selama ini patuh terhadap SOP perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan hanya memberikan teguran lisan dan memastikan kerja sama tetap berjalan seperti biasa.
“Beliau peternak yang baik dan kooperatif. Kita juga kasihan karena beliau sudah tua dan saat itu berada di bawah tekanan. Tidak ada sanksi lanjutan, semuanya saya tanggung jawabkan,” ujarnya.
Kasus ini menjadi peringatan penting dalam sistem kemitraan peternakan ayam broiler di daerah. Lemahnya pengawasan terhadap perilaku mitra pedagang berpotensi menempatkan peternak pada posisi rentan, baik secara psikologis maupun secara hubungan kerja.
Bagi Saturnus, kejadian tersebut bukan sekadar pelanggaran prosedur, tetapi luka kepercayaan yang nyaris meruntuhkan komitmennya sebagai peternak mitra yang taat aturan. Ia berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang dan perusahaan benar-benar melindungi peternak dari praktik intimidatif di lapangan. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
