Ancaman tersebut membuat Saturnus berada dalam dilema berat. Ia khawatir jika menunggu instruksi resmi perusahaan, justru akan memicu bentrokan di lokasi kandang apabila perusahaan mendatangkan mitra pedagang lain keesokan harinya.

“Saya timbang-timbang. Kalau besok datang petugas perusahaan dengan pedagang lain, pasti ribut. Saya peternak kecil, tidak mau masalah. Akhirnya dengan sangat berat hati saya izinkan mereka panen,” tuturnya.

Keputusan yang diambil di bawah tekanan itu justru berbalik menjadi pukulan telak bagi dirinya.

Pasca pemanenan, Saturnus mendapat teguran keras dari pihak pemasaran PT MSJ. Ia dinilai melanggar SOP karena melakukan pemanenan tanpa koordinasi dan instruksi resmi perusahaan.

Teguran tersebut membuat Saturnus terpukul dan kecewa. Ia merasa menjadi korban dua kali, ditekan oleh pedagang dan kemudian disalahkan oleh perusahaan.

“Akibat ulah mereka, saya yang harus menanggung konsekuensi. Saya takut hubungan kerja saya dengan perusahaan rusak. Padahal selama ini saya selalu taat aturan,” ungkapnya dengan nada lirih.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.