Terkait tugas perjalanan dinas ke Jakarta kliennya tidak hanya melaksanakan tugas sesuai undangan tersebut, tetapi banyak Kementrian/Lembaga (K/L) yang kliennya temui untuk memohon bantuan dan dukungan program/kegiatan yang dapat membangun Nagekeo.
“Jadi kalau memfitnah saya menggunakan uang 1 miliar lebih yang dinarasikan dalam video yang beredar pendasarannya apa? Patrik saja tidak pernah mewawancarai saya baik di kantor maupun di rujab kok tiba-tiba membuat narasi sepihak”, ungkapan kliennya, Pj Nagekeo yang diuraikan Tobby Ndiwa.
Tobby Ndiwa menyampaikan pesan kliennya kepada semua stake holder di Nagekeo, untuk bergandengan tangan membangun Nagekeo dengan hati, tidak memberi informasi-informasi sesat hanya karena saat ini sedang hangat dalam persaingan pilkada Nagekeo untuk mendukung paslon tertentu.
Kliennya juga mengajak agar di tahun politik ini, jangan mau dihasut oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan orang-orang yang merasa paling pintar dan paling hebat mengurus Nagekeo tapi ternyata perjuangannya itu hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya bukan kepentingan Masyarakat pada umumnya.
“Stop sudah melakukan cara-cara yang tidak elok dan tidak etis, kehebatan kita diukur bukan dari banyaknya narasi yang kita ucapkan tapi bagaimana dengan hati kita bekerja jujur dan punya kepedulian kepada Masyarakat banyak serta bukan untuk kekuasaan dan kepentingan pribadi atau kelompok”, jelas Tobby Ndiwa menarasikan pesan Kliennya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
