Sikap tegas menolak pembangunan Proyek Geotermal di titik bor air panas Marapokot juga diutarakan oleh Pastor Paroki Aeramo, RP Marselinus Kabut, OFM yang menyatakan bahwa Gereja bersama umat bersatu hati menolak proyek Geotermal.
Gereja menolak segala bentuk eksploitasi yang berpotensi merusak alam dan keutuhan ciptaan Tuhan demi kepentingan apapun.
“Tanah ini memiliki nilai sejarah untuk kita jaga, untuk kita pelihara. Selaras dengan iman kita bahwa kita dipanggil untuk menjaga dan merawat bumi tempat kita berdiam”, ucap Pater Marsel, OFM.
Ia mengajak Umat untuk tidak mudah tergiur terhadap tawaran manis akan proyek Geotermal karena sesungguhnya proyek tersebut semata-mata demi kepentingan bisnis bertopeng kepentingan rakyat.
“Jangan kita menggadaikan tanah ini demi keuntungan sesaat yang tidak membawa keuntungan bagi kita tetapi keuntungan bagi yang hanya ingin menimbun kekayaan sehingga memiliki segala daya upaya untuk memiliki tanah ini”, tegasnya.
Proyek Geotermal dinilai sangat berpotensi merusak alam dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dimasa mendatang.
Hal tersebut menimbulkan kegelisahan dan kekewatiran masyarakat karena dihantui rasa takut akan dampak buruk pembangunan proyek Geotermal yang berpotensi merusak sumber hidup masyarakat seperti Pertanian, Peternakan dan Perikanan.
“Kami menolak Proyek Geotermal di daerah kami. Jangan korbankan kami masyarakat kecil demi pembangunan. Besok lusa Anak cucu kami mau hidup darimana?.”, ungkap Bonevantura Kua, salah satu tokoh masyarakat Desa Marapokot.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
