Sementara itu, Ibu Margaretha Ba’i ketika diwawancarai oleh awak media dikediamannya mengakui bahwa persoalan antara dirinya dan Anton Sukadame Wangge yang merupakan saudari dan saudara kandung ditengarai oleh persoalan internal keluarga saat peristiwa duka suaminya almarhum Adrianus Kesu.

“Sebelum suami saya meninggal hubungan kami baik-baik saja”, Ucapnya didampingi anaknya saat ditemui wartawan, Rabu 1 Oktober 2025.

Ia juga mengaku tersinggung mereka ketika Anton Sukadame menyampaikan urusan utang piutang keluarga di forum adat yang seharusnya bisa dibicarakan didalam rumah atau secara internal oleh keluarga.

“Kenapa dia buat malu saya kakaknya begitu di banyak orang, disaat suami saya baru dikuburkan, bicaranya soal utang piutang”, sesalnya.

Meski demikian Ibu Margaretha mengakui bahwa dia dan anak-anaknya sesungguhnya kurang memahami secara utuh terkait adat dan budaya karena mereka hidup lama ditanah rantau.

Sementara itu, Lambertus Tegu salah satu tokoh adat di Nangaroro juga menyesalkan meluasnya persoalan internal keluarga yang semestinya bisa diselesaikan secara damai.

Ia mengungkapkan bahwa dalam konteks budaya, Embu Mame, dan Ine ame, Ame Nala (Om dan Orangtua serta saudara) memiliki peranan penting yang wajib dihargai dan dihormati oleh para saudari dan keponakannya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.