Selain itu, perselisihan berlanjut dalam forum adat Waka Mba pada peristiwa kematian tersebut. Forum adat waka mba dalam konteks budaya budaya setempat merupakan ruang untuk membahas utang piutang termasuk tuntutan adat dan Budaya.
Pada saat itu, Anton Ba’i yang merupakan satu-satunya, putra Almarhum Petrus Ba’i yang masih hidup menyentil urusan utang piutang keluarga yang memantik ketersinggungan Ibu Margaretha dan keluarga. Hal tersebut berujung ketegangan antara Anak laki-laki sulung Ibu Margaretha dan Anton Sukadame yang merupakan Paman kandungnya yang secara budaya semestinya dihormati dan dihargai.
Sebagai keluarga yang merasa status Bapak Kecilnya sebagai sebagai Paman dalam konteks budaya setempat, “Tu mbi ngawu nge” tidak diindahkan, dihargai dan dihormati, Ia meminta agar Ibu Margaretha dan anak-anaknya segera melakukan permohonan maaf dan melakukan pemulihan nama baik seturut adat dan budaya.
“Kami keluarga besar Embu Ndetu dari turunan opa Petrus Ba’i meminta itikad baik dari mama Margareta dan keluarga , apabila tidak diindahkan, kami memenuhi proses tuntutan secara hukum”, ungkap Dedi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
