Keempat, menuntut sikap jelas, bukan netralitas semu. Rakyat Nagekeo berhak mengetahui siapa yang berdiri bersama tanah dan air mereka, dan siapa yang bersekutu dengan kekuasaan dan modal perusak.

“Aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari konsolidasi rakyat yang sadar akan hak atas lingkungan hidup yang layak dan berkelanjutan”, tegas Vikep Mbay.

Ia mengutarakan bahwa Forum Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay akan terus melakukan Pendidikan ekologi berbasis komunitas, Gerakan anti eksploitasi energi kotor dan Aliansi lintas iman dan budaya demi mempertahankan bumi warisan leluhur.

“Tanah bukan komoditas. Air bukan barang dagangan. Generasi masa depan bukan korban investasi. Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Nagekeo, mari bersatu menjaga bumi. Kami menyerukan kepada pemimpin daerah, Berpihaklah pada rakyat, bukan pada investor. Tolak proyek geotermal sekarang juga!”, Tandas Vikaris Episkopal Kevikepan Mbay, RD. Asterius Lado.

Dalam konferensi pers tersebut Vikaris Episkopal Kevikepan Mbay, RD. Asterius Lado didampingi oleh Wakil Vikep, Pastor Basilius Lewa, Pastor Paroki Aeramo yang merupakan Koordinator Aksi, RP. Marselinus Kabut, OFM dan Pastor Paroki Wewaloe, Pastor Yanto Songka. (TENDA)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.