Selain pangan, NTT Mart juga menjadi ruang promosi bagi kekayaan intelektual daerah, mulai dari tenun ikat, kerajinan tangan, hingga produk berbasis budaya lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

ASN sebagai Motor Konsumsi Produk Lokal

Dalam strategi memperkuat pasar domestik, Gubernur Melki menempatkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai konsumen utama produk UMKM dan IKM. Ia meminta setiap ASN di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk berbelanja produk lokal minimal Rp100 ribu per bulan.

“Kita tidak bisa hanya mengajak masyarakat membeli produk lokal, sementara aparatur pemerintah sendiri tidak memberi contoh. ASN harus menjadi pembeli yang pasti dan konsisten,” katanya.

Kebijakan ini diharapkan menciptakan permintaan pasar yang stabil, sehingga pelaku UMKM dan IKM memiliki kepastian usaha dan keberlanjutan produksi.

Ekspansi NTT Mart di Seluruh NTT

Hingga akhir Januari 2026, NTT Mart telah hadir di 17 kabupaten, dengan target menjangkau seluruh kabupaten dan kota di NTT dalam waktu dekat.

Pemerintah Provinsi NTT memastikan pengembangannya dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah setempat agar sesuai dengan karakter dan potensi lokal masing-masing wilayah.

“Hari ini kita sudah sampai NTT Mart ke-17. Besok menyusul ke-18 di Manggarai. Tinggal delapan lagi dan akan kita tuntaskan,” ujar Melki.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.