Pengamat Hama, Cuaca Ekstrem, Berpengaruh Terhadap Serangan Hama Penyakit, Ini Solusinya.
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 17 April 2023.
Tenaga Pengamat Hama atau Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membeberkan sejumlah keterangan ihwal hasil pengamatan hama dan penyakit di wilayah Irigasi Mbay.
Hendrika Novita Mau Wale, Salah Satu tenaga POPT yang bertugas di wilayah Kecamatan Aesesa, kepada faktahukumntt.com memberikan keterangan bahwa lonjakan serangan hama penyakit yang menyerang rata-rata sawah petani di irigasi Mbay disebabkan oleh fenomena cuaca ekstrem.
Fenomena alam berupa curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan intensitas perkembangbiakan hama dan jamur pengganggu tumbuh tanaman berkembang cepat.
Novita menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan lapangan jenis hama dan penyakit cenderung lebih menyerang tanaman petani dengan kondisi lahan berkelembaban tinggi.
Hama yang sering ditemui di Irigasi Mbay antara lain hama putih dan penggerek batang, sementara penyakit yang menyerang tanaman padi adalah penyakit hawar daun bakteri, penyakit bercak coklatĀ dan penyakit blas.

Pada umumnya gejala yang menampakkan serangan hama dan penyakit berupa daun tanaman menjadi kuning dan kering.
“Secara umum serangan hama di irigasi Mbay disebabkan oleh faktor cuaca, curah hujan tinggi yang menyebabkan kelembaban pada tanaman menjadi tinggi. Terutama perilaku petani yang sering merendam tanaman karena takut rumput tumbuh”, jelasnya.
Novita menambahkan, Kondisi tanaman yang nampak kuning dan daun mengering tidak murni disebabkan oleh serangan hama dan penyakit melainkan akibat penggunaan herbisida atau racun rumput dengan dosis yang berlebihan.
“Kadang juga pengaruh penggunaan obat rumput dengan dosis tinggi sehingga berpengaruh pada tanaman. Tanaman menjadi layu, kuning dan kering”, Imbuhnya.
Rekomendasi Pengendalian
Hendrika Novita Mau Wale, tenaga POPT wilayah Kecamatan Aesesa memberikan beberapa catatan rekomendasi kepada para petani di irigasi Mbay dalam menghadapi serangan hama dan penyakit.
Petani dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk mengantisipasi secara dini serangan hama dan penyakit pada tanaman padi.
Pertama, Petani dianjurkan untuk melakukan pengamatan yang rutin terhadap tanaman untuk memastikan ada tidaknya serangan hama, penyakit dan gulma.
Kedua, Petani dianjurkan untuk mengatur sirkulasi air untuk menjaga kelembaban tanaman terutama di musim hujan.
“Padi jangan terlalu rendam. Air harus keluar masuk terus. Paling kurang tiga hari kering, 3 hari basah. Kalau musim hujan sebaiknya mulut air di bedengan di los keluar”, jelasnya.
Ketiga, penggunaan dosis obat kimia terhadap tanaman sesuai anjuran dan tidak berlebihan.
“Penggunaan pestisida harus sesuai dengan gejala serangan pada tanaman. Dosis yang digunakan mesti sesuai dengan petunjuk, sesuai takaran dalam kemasan”, Pungkas Novita. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
