Wartawan Nagekeo Masuk Nominasi 10 Terbaik Lomba Karya Jurnalistik Bappenas
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 25 Januari 2026.
Jurnalis Viva.co.id yang bertugas di Kabupaten Nagekeo, NTT, Sevrin Waja kembali menorehkan prestasi dengan masuk nominasi 10 terbaik lomba karya jurnalistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang mengusung tema akselerasi SDGs 2030.
Lomba karya jurnalistik yang melibatkan Kompas.com ini, diikuti oleh ratusan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, baik media nasional maupun lokal.
Karya-karya yang masuk diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen dengan menilai kedalaman liputan, kekuatan data, relevansi isu, serta kemampuan jurnalis menerjemahkan konsep SDGs ke dalam konteks nyata di masyarakat.
“Iya benar masuk nominasi 10 terbaik. Saya barusan dapat notifikasi dan konfirmasi dari penyelanggara” ujar Sevrin saat dikonfirmasi faktahukumntt.com, Minggu 25 Januari 2026.
Karya jurnalistik yang dilombakan harus berfokus pada percepatan pencapaian SDGS di Indonesia hingga 2030 melalui pemanfaatan SDG Academy Indonesia.
Pembahasan mencakup dokumentasi dampak nyata, baik berupa kisah inspiratif maupun proses perubahan yang telah dihasilkan selama ini, serta eksplorasi ide pemanfaatan dan keberlanjutan di masa depan melalui kepemimpinan Kementerian PPN/Bappenas.
Artikel yang berjudul “Rumpun Bambu, Ruang Belajar dan Ketangguhan Perempuan Wolowea” yang dikisahkan Sevrin dari praktik baik Ibu-ibu di Desa Wolowea, Kecamatan Boawae tersebut mengantarkannya masuk dalam 10 besar nominasi karya tulis terbaik dan mendapatkan beasiswa sebesar Rp2 juta.
Liputan tersebut menggambarkan proses perubahan, tantangan di lapangan, serta peran kolaborasi multipihak dalam mendukung target SDGs 2030. Masuknya jurnalis dari Nagekeo dalam nominasi nasional ini menjadi bukti bahwa isu pembangunan berkelanjutan di daerah memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan Nasional.
Capaian tersebut sekaligus diharapkan dapat memotivasi jurnalis daerah untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang kritis, solutif, dan berpihak pada upaya percepatan pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.
“Terimakasih kepada semua pihak terutama narasumber yang sudah mendukung saya dalam merampungkan tulisan untuk dilombakan. Bukan soal juara atau masuk nominasi, akan tetapi bagaimana praktik-praktik baik terkait capaian SDGs bisa tersampaikan ke publik” katanya.
Untuk diketahui, 10 finalis yang masuk dalam nominasi terbaik akan kembali bersaing dengan menulis dua artikel lanjutan. Seluruh karya tersebut selanjutnya akan dinilai kembali oleh dewan juri untuk menentukan tiga pemenang terbaik.
Adapun finalis yang meraih juara pertama akan mendapatkan kesempatan diundang secara khusus oleh Bappenas untuk mempresentasikan karya jurnalistiknya pada agenda pengumuman SDGs Academy yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
