Artikel yang berjudul “Rumpun Bambu, Ruang Belajar dan Ketangguhan Perempuan Wolowea” yang dikisahkan Sevrin dari praktik baik Ibu-ibu di Desa Wolowea, Kecamatan Boawae tersebut mengantarkannya masuk dalam 10 besar nominasi karya tulis terbaik dan mendapatkan beasiswa sebesar Rp2 juta.

Liputan tersebut menggambarkan proses perubahan, tantangan di lapangan, serta peran kolaborasi multipihak dalam mendukung target SDGs 2030. Masuknya jurnalis dari Nagekeo dalam nominasi nasional ini menjadi bukti bahwa isu pembangunan berkelanjutan di daerah memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan Nasional.

Capaian tersebut sekaligus diharapkan dapat memotivasi jurnalis daerah untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang kritis, solutif, dan berpihak pada upaya percepatan pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

“Terimakasih kepada semua pihak terutama narasumber yang sudah mendukung saya dalam merampungkan tulisan untuk dilombakan. Bukan soal juara atau masuk nominasi, akan tetapi bagaimana praktik-praktik baik terkait capaian SDGs bisa tersampaikan ke publik” katanya.

Untuk diketahui, 10 finalis yang masuk dalam nominasi terbaik akan kembali bersaing dengan menulis dua artikel lanjutan. Seluruh karya tersebut selanjutnya akan dinilai kembali oleh dewan juri untuk menentukan tiga pemenang terbaik.

Adapun finalis yang meraih juara pertama akan mendapatkan kesempatan diundang secara khusus oleh Bappenas untuk mempresentasikan karya jurnalistiknya pada agenda pengumuman SDGs Academy yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang. (Tenda)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.