<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Rigi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/desa-rigi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Mar 2025 01:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Desa Rigi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/krisis-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 01:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bak captering]]></category>
		<category><![CDATA[Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rigi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=16969</guid>

					<description><![CDATA[Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 25 Maret 2025 Mata air adalah sumber kehidupan dan di Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata. Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan air bersih, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Krisis Air Bersih, </b><b>Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 25 Maret 2025</b><br />
Mata air adalah sumber kehidupan dan di <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/">Desa Rigi</a>, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata.</p>
<p dir="ltr">Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/optimalisasi-air-bersih/"> air bersih</a>, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah mereka untuk pembangunan Bak Captering Loka Labo, sebuah fasilitas penting yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah ketersediaan air di daerah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Pada Selasa, 25 Maret 2025, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bak Captering Loka Labo.</p>
<p dir="ltr">Acara ini menjadi momentum bersejarah dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.</p>
<p dir="ltr">Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Boawae Fitalis Bay, unsur TNI-Polri, Lurah Nagesepadhi Rafael Peye Egu, Kepala Desa Rigi Ferdinandus Pelo Ma&#8217;e, serta pemilik lahan dan kepala suku Dhuge Boa, Petrus Aga Tumu.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran para tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan TPT di Desa Rigi Dinilai Tak Rasional, Kades: Sudah Sesuai Prosedur</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/</link>
					<comments>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 07:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rigi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Krilina]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kades]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[TPT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=11976</guid>

					<description><![CDATA[Pembangunan TPT di Desa Rigi Dinilai Tak Rasional, Kades: Sudah Sesuai Prosedur.  FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 16 Mei 2024. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo dinilai tidak masuk akal, sebab anggaran senilai Rp.300 Juta lebih yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 hanya menghasilkan sepotong Pembangunan TPT dengan panjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Pembangunan TPT di Desa Rigi Dinilai Tak Rasional, Kades: Sudah Sesuai Prosedur. </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 16 Mei 2024</b>.<br />
Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Rigi, <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/perkara-tanah-belum-ada-solusi-ini-harapan-camat-dan-polsek-boawae/">Kecamatan Boawae</a>, <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/dinas-dukcapil-nagekeo/">Kabupaten Nagekeo</a> dinilai tidak masuk akal, sebab anggaran senilai Rp.300 Juta lebih yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 hanya menghasilkan sepotong Pembangunan TPT dengan panjang kurang dari 100 meter.</p>
<p dir="ltr">Salah satu warga Desa Rigi kepada <a href="http://faktahukumntt.com">faktahukumntt.com</a> mengaku bahwa sebagai masyarakat dirinya merasa janggal dengan realisasi pembangunan TPT yang secara kasat mata dinilai tidak rasional antara bukti fisik pembangunan dan besarnya dana yang digelontorkan.</p>
<p dir="ltr">Hal lain yang menjadi perhatian dalam pembangunan TPT tersebut adalah dugaan penyerobotan lahan warga dan pemusnahan tanam tumbuh dilahan masyarakat yang tidak dikuti dengan pembayaran ganti rugi.</p>
<p dir="ltr">Pembangunan TPT tersebut dinilai tidak melalui perencanaan teknis yang baik dan tidak mempertimbangkan dampak lingkungan karena tidak menyertakan saluran pengarah air pada bibir tembok untuk menyegah terjadinya erosi saat musim hujan tiba, yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
