Mereka membagi tuntutan menjadi dua kelompok besar, yakni 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum.

Beberapa tuntutan yang paling menonjol antara lain penolakan terhadap kenaikan harga BBM dan bahan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai rentan terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penghentian gelombang PHK massal, hingga pencabutan UU Polri.

Massa juga mendesak pemerintah untuk memperbaiki pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatkan kesejahteraan guru honorer, mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi, serta membuka secara transparan mekanisme pengelolaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kepada publik.

Tak hanya itu, mereka turut menuntut evaluasi terhadap sejumlah pejabat negara yang dianggap gagal menjaga stabilitas sektor ekonomi dan energi nasional.

Dari Agraria hingga Hak Asasi Manusia

Selain isu ekonomi, Aliansi PERISAI juga menyoroti persoalan agraria, pendidikan, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Dalam sembilan tuntutan umumnya, mahasiswa mendesak penghentian penggusuran dan perampasan tanah, evaluasi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merugikan masyarakat, penghentian militerisasi ruang sipil, serta perlindungan terhadap aktivis dan pejuang HAM dari berbagai bentuk intimidasi dan kriminalisasi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.