Pater Marsel menekankan bahwa posisi gereja berpihak pada masyarakat dan keberlangsungan kehidupan mereka.
Ia menjelaskan bahwa titik bor geotermal yang direncanakan sangat dekat dengan ruang hidup warga, sehingga potensi dampak negatif terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tidak bisa diabaikan.
“Didasarkan pada kenyataan bahwa lokasi survei untuk geotermal itu sangat dekat dengan pemukiman dan akan membawa dampak bagi kehidupan warga sekitar, maka kami bersama masyarakat menyatakan penolakan. Kami tidak akan menerima kehadiran proyek geotermal di daerah ini,” tegasnya.
Antara Energi Terbarukan dan Keadilan Sosial
Penolakan ini membuka ruang refleksi bagi pemerintah dan investor terkait pelaksanaan proyek-proyek energi terbarukan.
Di satu sisi, pengembangan geotermal adalah bagian dari komitmen nasional untuk transisi energi bersih. Namun di sisi lain, kehadiran proyek tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat lokal, kelestarian lingkungan, dan warisan budaya.
Masyarakat Nangadhero dan komunitas adat sekitarnya menginginkan pembangunan yang berpihak pada rakyat, bukan atas nama investasi semata. Suara mereka, hari ini, adalah bentuk perlawanan terhadap praktik pembangunan yang abai terhadap keselamatan ruang hidup dan masa depan generasi mendatang. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
