Aksi ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat Suku Nata Ia, tokoh agama, serta warga dari berbagai usia.
Dalam suasana yang penuh semangat dan haru, pekikan “Tolak! Tolak! Tolak!” menggema mengiringi pembacaan deklarasi oleh Pater Marselinus Kabut, OFM, Pastor Paroki Aeramo.
“Kami warga Nangadhero bersama Ulayat Suku Nata Ia, dengan ini menyatakan dengan tegas menolak Geotermal di daerah kami. Geotermal! Tolak…! Tolak…! Tolak…!” tegas Pater Marsel, disambut gemuruh massa yang mengangkat plakat dan spanduk berisi pesan-pesan emosional.

Berbagai media protes seperti baliho, spanduk, dan plakat menghiasi lokasi aksi. Seruan warga tak hanya menyampaikan penolakan, tapi juga menyentuh nurani publik.
“Tolong Jangan Rusak Tempat Kami, Uang Bisa Kami Cari, Tapi Senyum di Masa Depan Tidak Bisa Dibeli. #TolakGeotermal”
“Flores Nusa Bunga, Bukan Nusa Geotermal. #TolakGeotermal”
“PLTPB Mau Pulang atau Kami yang Pulangkan?”
“PLTB Jangan Bunuh Warga Nangadhero dengan Uangmu!”
“Kami Hidup Mengolah Tanah, Bukan Menjual Tanah. #SaveNangadhero”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
