Sejak 2016, ia mulai menyiapkan modal, bahkan mengambil kredit di bank sebuah langkah besar bagi seorang petani desa. Tahun 2017, usaha peternakan ayam akhirnya dimulai di Lego, Kecamatan Aesesa, di atas lahan kontrak milik warga setempat. Pilihan yang penuh risiko, namun dijalani dengan keyakinan.

Perjalanan itu tidak selalu mulus. Jatuh bangun menjadi bagian dari keseharian. Namun Saturnus menegaskan, selama bermitra, ia tidak pernah menghadapi persoalan serius dengan perusahaan. Relasi kemitraan berjalan baik. Tantangan terberat justru datang dari persoalan lahan yang memaksanya berhenti sementara pada 2019 hingga 2020.

“Berat, tapi tidak membuat saya menyerah,” ungkapnya.

Tahun 2021 menjadi titik bangkit. Saturnus kembali aktif beternak hingga hari ini. Dalam dua tahun pertama menjalani usaha, modalnya kembali. Perlahan, hasil kerja keras itu mulai terasa nyata. Ekonomi keluarga membaik, ia mampu membeli lahan tanah, bahkan sebuah mobil sesuatu yang dulu nyaris mustahil bagi dirinya yang hanya petani kecil.

Meski sempat terpukul oleh situasi yang terjadi pada 22 Desember 2025 dimana Ia merasakan kekecewaan mendalam akibat pedagang nakal mitra perusahaan dengan cara melawan SOP Perusahaan memaksanya penen ayam di ditengah malam.

Gegara ulah mereka dirinya harus menanggung konsekuensi menerima teguran keras dari pihak perusahaan padahal selama ini Ia senantiasa berjuang menjaga nama baiknya dan kepercayaan Perusahaan.

Saturnus memilih tidak larut dalam keterpurukan,  baginya, itu adalah bagian dari dinamika usaha yang harus diterima dengan lapang dada.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.