Sebanyak 126 lulusan dari empat program studi di Politeknik St. Wilhelmus yakni: Tanaman Pangan dan Hortikultura (15 orang), Manajemen Lahan Kering (21 orang), Nutrisi dan Makanan Ternak (56 orang), dan Akuntansi (34 orang) telah siap untuk terjun ke masyarakat. Kombinasi keilmuan ini merupakan potensi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan lokal.
Ia berharap lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dan budaya yang dimiliki Nagekeo.
Wabup Nagekeo juga mengajak seluruh unsur akademik dan Yayasan St. Wilhelmus Boawae untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini dianggap penting untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa dengan semangat vokasi dan inovasi, lulusan Politeknik St. Wilhelmus dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah menuju Nagekeo yang mandiri dan sejahtera,” tegas Wabup.
Diakhir sambutannya Wabup Nagekeo menyerukan sinergi lintas sektor dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, yang menurutnya hanya bisa dicapai melalui investasi pada manusia dan pendidikan yang adaptif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
