Berdasarkan laporan sementara, kerusakan paling signifikan dialami pada sektor pertanian. Sejumlah tanaman produktif milik warga, seperti pala dan cengkeh, dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang. Selain itu, terdapat sedikitnya satu unit rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap karena seng terlepas.
“Secara umum kerusakan sementara yang kami terima adalah tanaman komoditas warga seperti pala dan cengkeh yang tumbang. Untuk rumah, sementara terdata satu unit dengan kerusakan atap. Namun, kami masih menunggu hasil pendataan lengkap dari aparatur desa,” jelas Marino.
Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui BPBD telah mengeluarkan surat imbauan resmi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Surat bernomor 300.2/BPBD-NGK/5/1/2026 tertanggal 23 Januari 2026 tersebut ditujukan kepada seluruh camat di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Dalam imbauan tersebut, BPBD meminta para camat dan pemerintah desa untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, serta melaporkan secara berkala kondisi kebencanaan di wilayah masing-masing.
Langkah cepat pendataan yang dilakukan Pemdes Ladolima Timur ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan serta meminimalkan dampak lanjutan bagi masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. (TENDA)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
