Ia sangat menyayangkan Materi Sambutan Bupati Nagekeo yang terkesan sedang dalam masa kampanye, tidak subtansial,  berpotensi menimbulkan polarisasi dan perpecahan di elemen masyarakat, teristimewa menyulut pesan ketersinggungan partai politik.

Menurut Anton semestinya, Sambutan Bupati menyatukan kembali berbagai elemen masyarakat yang selama ini terpecah belah karena berbeda dukungan politik agar menjadi rukun dan bergandengan tangan membangun Kabupaten Nagekeo.

“Harusnya bupati merangkul semua kekuatan politik di Nagekeo. Pilkada sudah selesai, tidak perlu mengungkit lagi dinamika politik yang sudah lewat. Baik itu di partai politik, maupun kekuatan-kekuatan lain”, ucapannya

“Partai Pengusung hanya dua partai, jadi belum kuat dukungan politik di lembaga DPRD, Bupati harus minta dukungan dan merangkul semua Partai Politik di lembaga DPRD dan maupun yang tidak memiliki seat di DPRD, merangkul untuk membangun Nagekeo, bukan untuk kolusi dan nepotisme”, Jelas Anton lebih lanjut.

Sadar atau tidak, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus dinilai sedang menabuh genderang perang teristimewa ketika Ia mengulik kisah dihadapan ribuan masyarakat tentang Partai Perindo yang mengalihkan dukungan kepada kandidat lain dan seleksi 9 calon wakilnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.