<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mata Air &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/mata-air/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 11:32:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Mata Air &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wabup Nagekeo Pimpin Gerakan Besar Pelestarian Mata Air</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/pelestarian-mata-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 09:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22502</guid>

					<description><![CDATA[Wabup Nagekeo Pimpin Gerakan Besar Pelestarian Mata Air FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 27 Januari 2026. Ancaman krisis air bersih kian nyata di Kabupaten Nagekeo. Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mencanangkan Gerakan Pelestarian Mata Air melalui aksi nyata penanaman ratusan pohon di sekitar Mata Air Dhuge, Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Jumat 23  [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Wabup Nagekeo Pimpin Gerakan Besar Pelestarian Mata Air</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 27 Januari 2026.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Ancaman krisis air bersih kian nyata di K<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/holding-ground/">abupaten Nagekeo</a>. Merespons kondisi tersebut, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mencanangkan Gerakan Pelestarian Mata Air melalui aksi nyata penanaman ratusan pohon di sekitar Mata Air Dhuge, Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Jumat 23  Januari 2026.</i></b></p>
<p dir="ltr">Gerakan pelestarian mata air menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam menyelamatkan sumber-sumber air yang terus tertekan akibat eksploitasi hutan, alih fungsi lahan, dan degradasi lingkungan. Ratusan anakan pohon ditanam, di antaranya bambu dan gayam, yang dikenal memiliki fungsi ekologis kuat dalam menjaga cadangan air tanah.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan penghijauan sebagai upaya pelestarian mata air melibatkan lintas sektor, mulai dari Plt. Kepala Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nagekeo, Forkopimcam Boawae, Prajurit Yonif 834/Wakanga Mere, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, para pastor paroki, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pelajar dari sejumlah sekolah di Boawae.</p>
<p dir="ltr">Aksi gotong royong pelestarian mata air diikuti warga pemanfaat air dari enam wilayah, yakni Desa Rigi, Desa Leguderu, Kelurahan Natanage, Natanage Timur, Nagesepadhi, dan Olakile, serta pelajar dari SMAK St. Fransiskus Xaverius Boawae, SMPSK Kotagoa, dan SPP St. Isidorus Boawae.</p>
<p dir="ltr">Wabup Gonzalo dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan air kini bukan lagi isu sederhana.</p>
<p dir="ltr">“Bicara soal air bukan lagi hal mudah. Hampir semua wilayah di Kabupaten Nagekeo mengeluh soal air. Padahal Boawae dulu dikenal sebagai gudangnya air,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/krisis-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 01:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bak captering]]></category>
		<category><![CDATA[Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rigi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=16969</guid>

					<description><![CDATA[Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 25 Maret 2025 Mata air adalah sumber kehidupan dan di Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata. Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan air bersih, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Krisis Air Bersih, </b><b>Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 25 Maret 2025</b><br />
Mata air adalah sumber kehidupan dan di <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/">Desa Rigi</a>, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata.</p>
<p dir="ltr">Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/optimalisasi-air-bersih/"> air bersih</a>, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah mereka untuk pembangunan Bak Captering Loka Labo, sebuah fasilitas penting yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah ketersediaan air di daerah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Pada Selasa, 25 Maret 2025, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bak Captering Loka Labo.</p>
<p dir="ltr">Acara ini menjadi momentum bersejarah dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.</p>
<p dir="ltr">Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Boawae Fitalis Bay, unsur TNI-Polri, Lurah Nagesepadhi Rafael Peye Egu, Kepala Desa Rigi Ferdinandus Pelo Ma&#8217;e, serta pemilik lahan dan kepala suku Dhuge Boa, Petrus Aga Tumu.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran para tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
