<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cuaca ekstrem &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/cuaca-ekstrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 02:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Cuaca ekstrem &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemdes Ladolima Timur Mulai Identifikasi Kerusakan Akibat Angin Kencang</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/pemdes-ladolima-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 02:02:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Angin kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Ladolima Timur]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22480</guid>

					<description><![CDATA[Pemdes Ladolima Timur Mulai Identifikasi Kerusakan Akibat Angin Kencang FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 26 Januari 2026 Pemerintah Desa (Pemdes) Ladolima Timur, Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melakukan identifikasi dan pendataan kerusakan akibat angin kencang yang menerjang Kampung Boamuri pada Jumat pagi, 23 Januari 2026. Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah kerugian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Pemdes Ladolima Timur Mulai Identifikasi Kerusakan Akibat Angin Kencang</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 26 Januari 2026</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Pemerintah Desa (Pemdes) Ladolima Timur, <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/tinjau-lokasi-longsor/">Kecamatan Keotengah</a>, <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/periuk-tanah-nagekeo/">Kabupaten Nagekeo,</a> Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melakukan identifikasi dan pendataan kerusakan akibat angin kencang yang menerjang Kampung Boamuri pada Jumat pagi, 23 Januari 2026.</i></b></p>
<p dir="ltr">Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah kerugian yang dialami warga, baik pada sektor permukiman, fasilitas umum, maupun tanaman produktif masyarakat, sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya.</p>
<p dir="ltr">Penjabat Kepala Desa Ladolima Timur, Marino Sera Jawa, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh aparatur desa untuk turun langsung ke lapangan guna melakukan pendataan secara menyeluruh.</p>
<p dir="ltr">“Mulai hari ini saya minta teman-teman aparatur desa melakukan pendataan dan identifikasi agar diketahui secara pasti jumlah dan jenis kerusakan yang dialami masyarakat,” ujar Marino saat dikonfirmasi faktahukumntt.com, Senin 26 Januari 2026.</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah desa untuk menyusun laporan resmi yang selanjutnya disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo sebagai bentuk laporan awal kejadian bencana.</p>
<p dir="ltr">“Setelah pendataan selesai, kami akan segera bersurat ke BPBD Kabupaten Nagekeo agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme penanganan bencana,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT, Waspada Banjir dan Angin Kencang</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/himbauan-bmkg-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 05:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22460</guid>

					<description><![CDATA[BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT, Waspada Banjir dan Angin Kencang FAKTAHUKIMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 25 Januari 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kurun waktu tiga hari, terhitung sejak 25 hingga 27 Januari 2026. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTT, Waspada Banjir dan Angin Kencang</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKIMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 25 Januari 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><strong><em>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/bmkg-atasi-krisis-air/">BMKG</a>) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kurun waktu tiga hari, terhitung sejak 25 hingga 27 Januari 2026.</em></strong></p>
<p dir="ltr">Berdasarkan data resmi BMKG, kondisi cuaca di wilayah NTT menunjukkan peningkatan intensitas yang signifikan. Pada 25 Januari 2026, sebagian wilayah NTT berpotensi mengalami angin kencang.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya, pada 26 Januari 2026, cuaca diperkirakan berupa hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang. Puncaknya, pada 27 Januari 2026, BMKG memprediksi terjadinya hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.</p>
<p dir="ltr">Sejumlah kabupaten dan kota di NTT ditetapkan berstatus waspada terhadap dampak angin kencang, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.</p>
<p dir="ltr">
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WASPADA! Cuaca Ekstrem Ancam Sawah, Petani Harus Lakukan Ini!</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/cuaca-ekstrem-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 01:49:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengatasi banjir sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi hemat air]]></category>
		<category><![CDATA[Padi tahan kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan iklim dan pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=15213</guid>

					<description><![CDATA[WASPADA! Cuaca Ekstrem Ancam Sawah, Petani Harus Lakukan Ini! FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 14 Februari 2025. Cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kekeringan, dan angin kencang semakin sering terjadi, mengancam hasil panen para petani sawah di Indonesia. Tanpa langkah antisipasi yang tepat, produksi padi bisa mengalami penurunan drastis. Oleh karena itu, petani perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>WASPADA! Cuaca Ekstrem Ancam Sawah, Petani Harus Lakukan Ini!</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 14 Februari 2025.</b><br />
<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/perjuangan-petani-sawah/">Cuaca ekstrem</a> seperti hujan lebat, kekeringan, dan angin kencang semakin sering terjadi, mengancam hasil panen para <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/pupuk-bersubsidi-nagekeo/">petani sawah</a> di Indonesia. Tanpa langkah antisipasi yang tepat, produksi padi bisa mengalami penurunan drastis. Oleh karena itu, petani perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan.</p>
<p dir="ltr"><b>Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Sawah</b></p>
<p dir="ltr">Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi akibat perubahan iklim berdampak serius pada pertanian, khususnya lahan sawah. Berikut beberapa dampaknya:</p>
<p dir="ltr"><b>Hujan Lebat &amp; Banjir</b>: Menyebabkan genangan air yang berisiko merusak tanaman padi dan menghambat pertumbuhan akar.</p>
<p dir="ltr"><b>Kekeringan</b>: Mengurangi ketersediaan air, memperlambat pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan risiko gagal panen.</p>
<p dir="ltr"><b>Angin Kencang &amp; Badai</b>: Dapat merobohkan tanaman padi yang siap panen dan menyebabkan erosi tanah.</p>
<p dir="ltr"><b>Perubahan Suhu Ekstrem</b>: Mempengaruhi proses fotosintesis tanaman dan menurunkan kualitas gabah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
