Periuk Tanah Makin Langka, Kearifan Lokal Nagekeo yang Kian Tergusur Peradaban Modern

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 24 Januari 2025.

Di tengah laju peradaban modern yang menawarkan kepraktisan dan ketahanan, sebuah warisan budaya perlahan kehilangan tempatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Periuk tanah, perkakas dapur tradisional yang dahulu menjadi denyut nadi rumah tangga masyarakat Kabupaten Nagekeo, kini berada di ambang kepunahan.

Pada masanya, periuk tanah merupakan alat utama masyarakat lokal untuk memasak nasi, menggoreng kopi, hingga merebus berbagai ramuan tradisional.

Dibuat dari tanah liat melalui proses tradisional yang sarat nilai budaya, periuk tanah bukan sekadar alat masak, melainkan bagian dari identitas dan cara hidup masyarakat.

Namun, seiring bertumbuh pesatnya penggunaan perkakas modern berbahan aluminium dan logam lainnya, keberadaan periuk tanah kian terpinggirkan.

Praktis, ringan, dan tahan lama menjadi alasan utama masyarakat beralih, meninggalkan alat tradisional yang dulu begitu akrab dengan dapur-dapur rumah warga.

Sepi Peminat, Periuk Tanah Kian Langka

Minimnya permintaan pasar berdampak langsung pada kelangkaan periuk tanah. Jumlah perajin semakin menyusut, sementara periuk tanah kini sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.