<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boawae &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/boawae/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2026 22:35:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Boawae &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buntut Kelalaian Pemda Menertibkan Aset, Tanah SMPN 2 Gako Kini Ditanami Pisang oleh Suku Tegu Udawolo</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/smpn-2-gako/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 22:35:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Tatapem]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 2 Gako]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Tegu Udawolo]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam Pisang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=22665</guid>

					<description><![CDATA[Buntut Kelalaian Pemda Menertibkan Aset, Tanah SMPN 2 Gako Kini Ditanami Pisang oleh Suku Tegu Udawolo FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 16 Februari 2026 Suku Tegu Udawolo mengambil langkah tegas dengan menanam pisang di area SMPN 2 Gako sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo yang dinilai lalai menginventarisasi dan menertibkan aset tanah yang sebelumnya telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Buntut Kelalaian Pemda Menertibkan Aset, Tanah SMPN 2 Gako Kini Ditanami Pisang oleh Suku Tegu Udawolo</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 16 Februari 2026</b><br />
<b><i>Suku Tegu Udawolo mengambil langkah tegas dengan menanam pisang di area <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/suku-tegu-udawolo/">SMPN 2 Gako</a> sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo yang dinilai lalai menginventarisasi dan menertibkan aset tanah yang sebelumnya telah diserahkan secara adat kepada pemerintah.</i></b></p>
<p dir="ltr">Aksi simbolik ini dilakukan sebagai respons atas dugaan penyalahgunaan lahan. Di atas tanah yang seharusnya diperuntukkan bagi<br />
kepentingan publik khususnya lokasi sekolah SMPN 2 Gako kini berdiri rumah pribadi serta bangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan  Bergizi Gratis (MBG), yang memicu kekecewaan masyarakat adat.</p>
<p dir="ltr">Salah satu tokoh adat Suku Tegu Udawolo, Hermanus Bu&#8217;u, kepada FaktaHukumNTT.com menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pisang tersebut diikuti sekitar 50 masyarakat adat dari tiga anak suku, yakni  suku Sodha, suku Anawa, dan suku Gawi.</p>
<p dir="ltr">Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual adat di rumah adat, dilanjutkan dengan prosesi penanaman pisang di lokasi SMPN 2 Gako, lalu kembali ke rumah adat.</p>
<p dir="ltr">Ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan restu leluhur atas aksi yang yang mereka lakukan. Seluruh kegiatan berlangsung sekitar satu jam, dimulai sejak pukul 09.00 WITA.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/krisis-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2025 01:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Bak captering]]></category>
		<category><![CDATA[Boawae]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rigi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=16969</guid>

					<description><![CDATA[Krisis Air Bersih, Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 25 Maret 2025 Mata air adalah sumber kehidupan dan di Desa Rigi, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata. Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan air bersih, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Krisis Air Bersih, </b><b>Warga Ikhlas Serahkan Tanah untuk Pembangunan Bak Captering.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 25 Maret 2025</b><br />
Mata air adalah sumber kehidupan dan di <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tpt-desa-rigi/">Desa Rigi</a>, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, kesadaran akan pentingnya air bersih telah mendorong masyarakat untuk berkontribusi nyata.</p>
<p dir="ltr">Sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/daerah/optimalisasi-air-bersih/"> air bersih</a>, warga setempat dengan penuh keikhlasan menyerahkan tanah mereka untuk pembangunan Bak Captering Loka Labo, sebuah fasilitas penting yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah ketersediaan air di daerah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Pada Selasa, 25 Maret 2025, Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bak Captering Loka Labo.</p>
<p dir="ltr">Acara ini menjadi momentum bersejarah dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.</p>
<p dir="ltr">Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Boawae Fitalis Bay, unsur TNI-Polri, Lurah Nagesepadhi Rafael Peye Egu, Kepala Desa Rigi Ferdinandus Pelo Ma&#8217;e, serta pemilik lahan dan kepala suku Dhuge Boa, Petrus Aga Tumu.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran para tokoh adat, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya menunjukkan dukungan penuh terhadap proyek ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
