Ia menilai, Pemerintah Kabupaten Ngada memiliki perhatian serius terhadap persoalan sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan.

“Bantuan ini sejalan dengan tagline Kota Bajawa sebagai kota bebas sampah, sekaligus mendukung Kabupaten Ngada menjadi daerah yang bersih dan tertata,” katanya.

Dipo menambahkan, bantuan motor pengangkut sampah tidak hanya disalurkan di Kabupaten Ngada, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo. Namun, Kabupaten Ngada menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak.

Sementara itu, Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia mengakui, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam pengadaan sarana pengangkut sampah.

“Kami memang mengalami kesulitan. Kehadiran bantuan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan sampah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam pembahasan APBD Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ngada sebenarnya telah mengusulkan pengadaan armada pengangkut sampah. Namun, keterbatasan fiskal daerah menyebabkan rencana tersebut harus ditunda.

Raymundus berharap, kendaraan bantuan tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima.

“Kami akan tetap melakukan pengawasan melalui dinas teknis agar kendaraan ini digunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.