Bantuan Presiden Prabowo Sentuh Ruang Kelas dan Toilet Sekolah Warga Transmigrasi Mbay
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 20 Januari 2026
Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan lingkungan sekolah di kawasan transmigrasi kembali ditegaskan.
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, secara resmi melaunching pemanfaatan toilet sekolah dan ruang kelas hasil program bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Selasa, 20 Januari 2026 pagi.
Peresmian dilakukan di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Aesesa, yakni SDI Tonggurambang, SDI Maropokot untuk fasilitas toilet sekolah, serta SDN Pomakeke untuk pemanfaatan ruang kelas hasil rehabilitasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Shafar, SE, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Severinus Meo, Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja beserta jajaran, para kepala desa setempat, serta kepala sekolah dan tenaga pendidik di masing-masing satuan pendidikan.
Fokus Sanitasi dan Ruang Belajar Layak
Program rehabilitasi sekolah dan pembangunan toilet ini merupakan bagian dari Dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Transmigrasi RI Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nagekeo di Kawasan Transmigrasi Mbay.
Revitalisasi mencakup pemugaran ruang kelas yang mengalami kerusakan serta pembangunan toilet sekolah lengkap dengan Sarana Air Bersih (SAB). Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar sekolah, khususnya sanitasi layak yang berperan penting dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan pendidikan masyarakat transmigrasi secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi RI atas dukungan anggaran yang diberikan kepada Kabupaten Nagekeo.
“Melalui Dana Tugas Pembantuan ini, pembangunan toilet sekolah, sarana air bersih, serta rehabilitasi ruang kelas dapat terlaksana dengan baik. Ini adalah wujud nyata sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Nagekeo menerima alokasi Dana TP sebesar Rp2.026.984.000, yang diperuntukkan bagi 9 sekolah, dengan rincian 6 sekolah di Kecamatan Aesesa dan 3 sekolah di Kecamatan Boawae.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran daerah, terlebih dalam situasi efisiensi anggaran. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat berarti, khususnya bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Mbay,” tegasnya.
Wabup Gonzalo menekankan bahwa sanitasi yang layak sangat berpengaruh terhadap kualitas belajar anak serta pembentukan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat untuk ikut bertanggung jawab menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan sekolah, guru, siswa, komite, dan masyarakat. Mari kita jaga dan manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan toilet sekolah ini sebagai simbol komitmen kita terhadap masa depan anak-anak Nagekeo yang lebih sehat,” pintanya.
DPRD Soroti Ketersediaan Air Bersih
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar, SE, menegaskan pentingnya asas manfaat dari pembangunan toilet dan sanitasi sekolah.
Ia secara khusus menyoroti ketersediaan air bersih agar fasilitas yang dibangun benar-benar berfungsi optimal.
“Toiletnya sudah bagus, tapi akan percuma kalau airnya macet. Tolong ini menjadi perhatian bersama agar air bersih tersedia secara layak dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sekolah Rasakan Dampak Nyata
Pihak sekolah menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Kepala SDI Tonggurambang mengungkapkan bahwa kondisi toilet lama sudah tidak layak digunakan akibat septic tank yang meluap.
“Dengan jumlah siswa sekitar 150 orang dan 15 guru, sebelumnya kami sering mengalami antrean dan masalah sanitasi. Sekarang kami sangat terbantu dengan toilet baru yang layak. Terima kasih atas perhatian dan bantuan ini,” ungkapnya.
Program ini didanai melalui Dana Tugas Pembantuan Kementerian Transmigrasi RI yang tertuang dalam DIPA Nomor: SP DIPA–152.03.4.694649/2025, dengan total anggaran Rp2.026.984.000. (***)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
