Dalam paparannya, Resita Purba mengungkapkan alasan INOVASI memilih Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu mitra utama.
“Nagekeo memiliki jumlah sekolah terbanyak dengan kriteria sekolah tangguh dan sekolah transformasi. Sekolah tangguh artinya sekolah dengan fasilitas terbatas tapi raport pendidikannya bagus,” jelasnya.
Capaian ini bukan tanpa bukti. Pada tahun 2025, Raport Pendidikan Kabupaten Nagekeo menempati urutan ke-2 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan status “hijau” selama tiga tahun berturut-turut dalam aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter, meski kondisi sosial ekonominya tergolong terbatas.
Bupati Simplisius menilai, lokakarya reflektif ini merupakan langkah penting untuk memperbaharui komitmen dan kesepakatan lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan adaptif.
“Melalui lokakarya reflektif ini, kita mempertajam dan memperbaharui kesepakatan sistemik lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo, lanjut Bupati, menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam visi dan misi pembangunan daerah.
“Investasi terbesar suatu bangsa adalah investasi dalam pendidikan anak-anaknya. Segala bentuk dukungan dan kolaborasi seperti hari ini merupakan bagian penting dari strategi besar membangun Nagekeo yang maju, berdaya saing, dan berkarakter,” kata Simplisius.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
