Pada hari kedua, 24 Januari 2026, para fasilitator mendapatkan penguatan kapasitas melalui sejumlah materi strategis. Materi pendampingan psikososial dasar dan kesehatan mental disampaikan oleh Ibu Reit Eka Putri Lamuri dari Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo.

“Kesehatan mental remaja perlu mendapat perhatian serius. Fasilitator memiliki peran penting sebagai pendamping awal agar remaja merasa aman dan didengar,” kata Reit Eka Putri Lamuri dalam sesi pemaparan.

Selain itu, materi keamanan bermedia sosial dan digitalisasi dibawakan oleh Anto Manatapi, pegiat media. Ia menekankan pentingnya literasi digital bagi remaja.

“Remaja harus dibekali pemahaman agar cerdas dan aman dalam menggunakan media sosial, karena ruang digital juga memiliki risiko,” ujarnya.

Materi manajemen konflik disampaikan oleh John Orlando, yang menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam mendampingi remaja.

“Konflik tidak selalu harus dihindari, tetapi perlu dikelola dengan cara yang sehat agar menjadi proses belajar bagi remaja,” jelasnya.

Melalui mini lokakarya ini, diharapkan para fasilitator semakin siap mendampingi remaja di desa dan sekolah, serta mampu merespons berbagai persoalan remaja secara lebih tepat dan berkelanjutan. (***)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.