Yang membuat perayaan ini terasa semakin menyentuh adalah cara mereka menempuh perjalanan misi tersebut. Tanpa kendaraan mewah atau fasilitas modern, anak-anak SEKAMI menggunakan tumpangan gerobak traktor tangan yang dimodifikasi dengan atap sederhana.

Gerobak itu menjadi “kendaraan misi”, melaju perlahan dari satu rumah ke rumah lain, membawa tawa, nyanyian, dan harapan.

Dengan senyum ramah dan wajah polos penuh sukacita, mereka memasuki rumah-rumah umat tanpa canggung. Terik matahari yang menyengat kulit tak menyurutkan semangat mereka. Keringat yang menetes justru menjadi saksi kecil dari perjuangan iman yang mereka hayati dengan tulus.

Bagi anak-anak ini, misi bukanlah beban, melainkan kegembiraan. Perayaan ini tidak berhenti pada tradisi semata, tetapi menyimpan makna iman yang dalam.

Kisah tiga Raja dari Timur dalam Hari Penampakan Tuhan melambangkan wahyu ilahi Yesus Kristus kepada seluruh bangsa, termasuk bangsa-bangsa non-Yahudi. Emas yang dibawa melambangkan Yesus sebagai Raja, kemenyan menandakan Dia sebagai Imam Agung, dan mur menyiratkan penderitaan serta kematian-Nya demi penebusan dosa umat manusia. Yesus diwartakan sebagai Raja, Imam, dan Juruselamat dunia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.