Angkat Isu Pekerja Migran, Sevrin Waja Tembus 3 Besar Lomba Karya Jurnalistik Bappenas
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 19 Februari 2026
Sevrin Waja, wartawan yang bertugas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengharumkan nama daerah di panggung nasional. Ia berhasil menembus tiga besar Lomba Karya Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Bappenas bekerja sama dengan Kompas Gramedia dalam rangka Akselerasi SDGs.
Lewat karya jurnalistik berjudul “Mendorong Migrasi Aman Pejuang Devisa”, Sevrin dinyatakan lolos nominasi tiga terbaik dari ratusan peserta wartawan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik media lokal, nasional, hingga internasional.
“Iya, benar. Saya baru menerima email resmi dari panitia penyelenggara dari Kompas Group Media untuk hadir dalam acara puncak di Menara Kompas, Jakarta,” ujar Sevrin, Kamis 18 Februari 2026.
Isu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selama ini kerap luput dari perhatian publik nasional berhasil diangkat secara mendalam oleh Sevrin, wartawan Viva.co.id yang bertugas di Nagekeo.
Karyanya menyoroti persoalan migrasi tenaga kerja dari NTT, mulai dari proses perekrutan yang tidak transparan, lemahnya perlindungan hukum, hingga tingginya risiko di negara tujuan.
Lomba karya jurnalistik Akselerasi SDGs tersebut telah berlangsung sejak Desember 2025 dan diikuti ratusan jurnalis dari berbagai platform media. Dari seluruh peserta, dewan juri memilih 10 karya terbaik, yang kemudian kembali berkompetisi dengan menulis dua karya jurnalistik tambahan.
Karya pertama mengangkat tema praktik baik alumni SDGs, sedangkan karya kedua membahas tema bebas yang relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sejumlah media nasional yang masuk nominasi 10 besar antara lain Kompas, Viva, Tribun, Media Indonesia, CNBC, Jawa Pos, IDN Times, hingga Bloomberg Technoz.
“Dari 10 besar itu kembali diseleksi menjadi tiga terbaik, lalu dipilih satu terbaik untuk memaparkan karya tulisnya di acara puncak SDGs Academy,” kata Sevrin.
Sebelumnya, karya Sevrin yang mengantarkannya masuk 10 besar mengangkat percepatan SDGs melalui isu kesetaraan gender, dengan menyoroti praktik baik ibu-ibu rumah tangga di Desa Wolowea, Kecamatan Boawae, dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tingkat desa.
Dalam karya keduanya, mantan aktivis GMNI itu mengulas secara komprehensif persoalan pekerja migran asal NTT, termasuk risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dampak sosial bagi keluarga di kampung halaman, serta beban ekonomi yang tidak selalu sebanding dengan harapan, meski pekerja migran merupakan penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia.
Laporan bergaya feature tersebut juga menghadirkan praktik baik dan testimoni pekerja migran yang berhasil karena berangkat melalui jalur legal dan prosedural.
“Melalui karya tulis ini, saya ingin mengedukasi masyarakat agar jika ingin bekerja ke luar negeri, harus melalui prosedur yang sesuai aturan, mulai dari perekrutan, pelatihan, hingga keberangkatan melalui jalur resmi yang diawasi pemerintah,” ujarnya.
“Sudah cukup NTT dikenal sebagai ladang korban human trafficking. Padahal, kualitas SDM kita tidak kalah dengan daerah lain,” tambahnya.
Tulisan tersebut juga mendorong penguatan peran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah perdagangan orang melalui edukasi, transparansi informasi, dan pengawasan proses perekrutan tenaga kerja.
Berpartisipasi Membangun Daerah Melalui Tulisan
Capaian ini bukan yang pertama bagi Sevrin. Sebelumnya, ia juga pernah meraih 8 besar Lomba Karya Jurnalistik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Komnas Perempuan tentang ruang aman bagi korban kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Meski demikian, Sevrin menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama.
“Juara atau masuk nominasi bukan hal utama. Yang paling penting adalah karya jurnalistik yang mampu mengedukasi masyarakat agar lebih sadar, kritis, dan paham prosedur,” katanya.
Baginya, jurnalis bukan sekadar profesi penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun daerah melalui karya-karya yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses penyusunan karya jurnalistik tersebut, di antaranya Kepala Bappeda Nagekeo Hildegardis Muta Kasi, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Petrus Aurellius Asan, Ketua Bapemperda DPRD Nagekeo Elias Cima, Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Vodin Bagur, perwakilan Padma Indonesia Gabriel de Sola, para narasumber pekerja migran, serta seluruh pihak yang turut berkontribusi. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
