Pemda Nagekeo Sambut Tim Ekspedisi Patriot: Kolaborasi untuk Revitalisasi Kawasan Transmigrasi Mbay.

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 3 September 2025.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dari Kementerian Transmigrasi bersama mitra akademik Institut Teknologi Bandung (ITB)  di Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo, Rabu 3 September 2025.

Ekspedisi Patriot hadir untuk sebuah misi strategis dalam rangka mengevaluasi, merumuskan, sekaligus merancang masa depan Kawasan Transmigrasi Mbay.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus menegaskan bahwa kehadiran tim ekspedisi merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Nagekeo.

“Ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Kami menyambut Tim Ekspedisi Patriot dengan penuh harapan atas kerja sama yang akan terjalin selama empat bulan ke depan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, Nagekeo bangga menjadi salah satu dari 153 kawasan transmigrasi di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi ekspedisi.

Kawasan Transmigrasi di Kabupaten Nagekeo meliputi lima wilayah Kecamatan kecamatan yakni Boawae, Aesesa, Wolowae, Aesesa Selatan, dan Nangaroro (khusus Desa Kotakeo 1 dan Desa Pagomogo).

Potensi besar di kawasan ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tim Ekspedisi Patriot dibagi ke dalam dua tim utama dengan mandat berbeda namun saling melengkapi.

Tim I  berperan menyusun Rekomendasi Evaluatif Berbasis Data Partisipatif. Bertugas memetakan kondisi sosial, ekonomi, ekologis, dan kelembagaan kawasan transmigrasi. Tim ini melakukan survei lapangan, FGD, pemetaan spasial, hingga analisis tematik untuk menyusun dokumen rekomendasi kebijakan yang konkret.

Tim II  berperan merancang Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan. Fokus pada identifikasi komoditas lokal potensial, analisis rantai pasok, hingga penyusunan roadmap hilirisasi. Tim ini diharapkan menghasilkan peta jalan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan dari hulu hingga hilir.

Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, kedua tim ini diharapkan mampu merumuskan strategi yang konkret, berkelanjutan, dan sesuai realitas lapangan.

Dr. Ir. Sofiatin, S.Hut, M.Si, selaku ketua tim II, sekaligus Dosen ITB Bandung menegaskan bahwa ekspedisi ini berfungsi sebagai fondasi pengembangan transmigrasi berbasis potensi lokal.

“Kami diberi mandat untuk mengintegrasikan produk lokal, menumbuhkan ekonomi dasar, serta memberikan kajian strategis komunitas. Dari sinilah kebijakan pembangunan bisa ditarik ke arah yang lebih berpihak pada masyarakat,” jelasnya.

Keterlibatan mahasiswa ITB dalam ekspedisi ini juga menjadi bukti bahwa program ini dirancang bukan hanya untuk kepentingan akademis, tetapi juga sebagai pengabdian nyata kepada masyarakat transmigran.

Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Nagekeo, Petrus Aurelius Asan, melaporkan bahwa hasil-hasil awal ekspedisi sudah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

Pemda Nagekeo berkomitmen menindaklanjuti temuan ekspedisi dalam bentuk sinkronisasi lintas OPD serta memasukkan rekomendasi tim ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Ekspedisi Patriot ini adalah batu loncatan besar untuk menjadikan Kawasan Transmigrasi Mbay sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTT. Kami siap menindaklanjuti setiap rekomendasi yang lahir dari kajian ini,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Nagekeo,  Gonzalo Gratianus Muga Sada, perwakilan Kodim 1625/Ngada, Kepala BPN Nagekeo dan para pimpinan OPD. (Tenda)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.