Kebangkitan Baru Pemuda Katolik Nagekeo: Gencar Konsolidasi Organisasi, Ada 3 Agenda Besar.
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 16 April 2025
Bertempat di Aula Sekretariat Pemuda Katolik Nagekeo, yang beralamat, Penginanga, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Tim Caretaker Pemuda Katolik Cabang Nagekeo menggelar konferensi pers untuk menyampaikan kesiapan menyelenggarakan tiga agenda besar organisasi yang akan digelar pada 22 April 2025 mendatang.
Agenda-agenda ini menjadi tonggak penting dalam proses regenerasi kader serta konsolidasi struktural di tingkat lokal.
Melalui Surat Keputusan Nomor 012/INT-SK/KOMDA-NTT/III/2025 yang diterbitkan oleh Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, Ermelinda Noh Wea resmi diangkat sebagai Ketua Caretaker Pemuda Katolik Nagekeo.
Dalam mandatnya, ia ditugaskan untuk menyelenggarakan tiga agenda utama: MAPENTA (Masa Penerimaan Anggota), MUSKOMAC (Musyawarah Komisariat Anak Cabang), dan MUSKOMCAB (Musyawarah Komisariat Cabang).
Kegiatan MAPENTA menjadi titik awal keterlibatan pemuda Katolik di Nagekeo dalam organisasi ini. Proses pendaftaran dilakukan secara daring sebagai langkah adaptif terhadap perkembangan teknologi serta upaya memperluas jangkauan kepada kaum muda di seluruh wilayah kabupaten.
“MAPENTA bukan hanya soal administrasi keanggotaan. Ini adalah undangan terbuka bagi generasi muda untuk masuk dalam gerakan yang hidup, progresif, dan kontekstual dengan zaman,” ujar Ermelinda dalam konferensi pers, Rabu sore, 16 April 2025.
Agenda kedua, MUSKOMAC, akan menjadi forum musyawarah untuk membentuk kepengurusan di tingkat anak cabang.
Dengan forum ini, diharapkan struktur organisasi Pemuda Katolik akan semakin kokoh dari tingkat bawah, menciptakan kepemimpinan yang partisipatif dan berbasis komunitas.
Sementara itu, MUSKOMCAB menjadi forum strategis sekaligus momentum pergantian kepengurusan secara definitif di tingkat cabang.
Pemilihan Ketua Komisariat Cabang secara demokratis akan dilakukan untuk menggantikan posisi caretaker, dan menentukan arah gerakan organisasi ke depan.
Mengangkat tema besar “Menghijaukan Bumi, Memperbarui Iman: Pertobatan Ekologis Untuk Pemuda Katolik”, rangkaian kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen moral dan spiritual Pemuda Katolik dalam merespon krisis ekologis yang mengancam keberlangsungan kehidupan.
“Pertobatan ekologis bukan sekadar jargon. Ini adalah seruan spiritual dan sosial bagi kita semua untuk mengintegrasikan iman dengan tanggung jawab menjaga bumi, rumah bersama kita,” ujar Ermelinda menegaskan.
Dukungan Gereja dan Sinergi Lintas Sektor
Sejak menerima SK pada 25 Maret 2025, tim caretaker telah bekerja cepat dan sistematis. Di antaranya dengan membentuk panitia pelaksana, menyusun sistem pendaftaran daring, dan membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, perbankan, dan para donatur.
Yang paling menonjol adalah audiensi dengan Bapa Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan dari jajaran hirarki Gereja tersebut menegaskan pentingnya proses kaderisasi ini dalam membentuk pemuda yang beriman, berintegritas, dan berwawasan sosial.
Dalam penutupnya, Ermelinda mengajak seluruh insan media untuk menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif dan membangun, serta mengundang seluruh elemen masyarakat untuk mendukung jalannya proses ini.
“Kami percaya bahwa ini adalah awal kebangkitan baru Pemuda Katolik di Nagekeo. Mari kita bergandeng tangan untuk membangun ruang kaderisasi yang sehat, terbuka, dan relevan dengan tantangan zaman. Pro Ecclesia et Patria, Pro Bono Publico!” pungkasnya.
Yohanes Kare, Selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa animo orang muda yang mendaftar menjadi anggota pemuda Katolik cukup tinggi.
Sejak diumumkan pembukaan pendaftaran secara online melalui penyebaran informasi di media sosial mereka mencatat sudah 77 peserta yang siap bergabung.
“Sudah 77 peserta yang mendaftar secara online, masih ada kemungkinan penambahan peserta hingga hari ha nanti. Selain melalui online kami juga membuka pendaftaran secara offline. Peserta yang bergabung ini dari berbagai latar belakang, dengan kategori usia 17 sampai 45 Tahun. Mereka berasal dari 7 Kecamatan di wilayah Kabupaten Nagekeo”, Jelasnya. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
