Ia menegaskan sebagai Pemuda Katolik, mereka dipanggil untuk menjadi pelaku pertobatan ekologis. Menjaga bumi bukan hanya tugas aktivis lingkungan, tetapi juga bentuk konkret dari iman yang hidup.

“Maka melalui kegiatan ini, mari kita teguhkan kembali komitmen kita untuk menjadi agen perubahan baik dalam merawat lingkungan maupun dalam membaharui semangat pelayanan dan kepemimpinan di tengah masyarakat. Melalui Mapenta, kita membuka pintu bagi lahirnya kader-kader muda yang tangguh, cerdas, dan berakar dalam iman. Melalui Muskomac dan Muskomcab kita membangun organisasi yang solid, demokratis, dan siap menjawab tantangan zaman”, ajak Ermelinda.

Ia menegaskan Caretaker hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi untuk memastikan proses regenerasi ini berjalan secara adil, terbuka, dan berlandaskan AD/ART organisasi.

“Besar harapan saya, dari forum ini akan lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga mampu bekerja nyata untuk gereja, bangsa, dan bumi yang kita cintai”, harapnya.

Sementara itu, Ketua Komda Pemuda Katolik NTT, Yuvensius Tukung dalam sambutannya mengungkapkan bahwa menjadi orang muda berarti siap sedia selalu dalam segala kesempatan. Tugas dan tanggungjawab sebagai orang muda adalah membantu pemerintah mempercepat proses pembangunan.

“Tanggalkan semua keegohan kita, Mari kita bergandeng tangan untuk bersama-sama memajukan gereja dan bangsa”,  ajaknya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.