Tanam Pohon: Aksi Nyata Menjaga Mata Air di Ulupulu

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 28 Januari 2026.

Musim penghujan kerap dipahami sekadar sebagai siklus alam tahunan. Namun bagi sebagian komunitas, momen ini justru menjadi panggilan moral untuk merawat bumi, tempat manusia dan seluruh ciptaan berpijak, hidup, dan saling bergantung.

Di tengah ancaman krisis iklim dan menyusutnya sumber daya alam, tindakan kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi ikhtiar besar bagi keberlanjutan hidup.

Kesadaran itulah yang mendorong Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) bersama masyarakat Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Mata Air Ae Nio, Rabu 28 Januari 2026.

Aksi ini menjadi wujud cinta alam yang tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja bersama menjaga sumber kehidupan.

Mata Air Ae Nio selama ini menjadi urat nadi bagi pemenuhan kebutuhan air bersih warga Dusun B Malabo dan Dusun C Masolewa.

Air dari sumber ini mengalir sepanjang tahun, menopang kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, warga mulai merasakan perubahan yang mengkhawatirkan, debit air kian menurun, terutama saat musim kemarau.

Penurunan debit air tersebut menjadi sinyal rapuhnya keseimbangan ekosistem. Bagi warga, kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan peringatan bahwa alam membutuhkan perhatian dan perlindungan serius.

“Kami merasakan betul perubahannya. Dulu airnya besar, sekarang jauh berkurang,” ujar Frans Hesi Wea, warga Dusun B Malabo.

Ia menuturkan, penurunan debit mata air sudah terasa sejak lama, bahkan sejak pascagempa Flores tahun 1992.

“Mungkin juga karena cuaca sekarang sudah berubah,” tambahnya, menyiratkan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Meski mata air masih mengalir sepanjang tahun, saat musim kemarau panjang warga kerap mengalami kesulitan air bersih.

Sebagian bahkan terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan harian, sebuah ironi di tengah alam yang sejatinya kaya sumber daya.

Berangkat dari kondisi tersebut, YMTM bersama warga melakukan serangkaian langkah konservasi berbasis ekologi.

Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman anakan bambu dan pohon gayam, dua jenis vegetasi yang dikenal mampu menjaga daya serap tanah, pembuatan lubang jebakan air (rorak) untuk meningkatkan infiltrasi air hujan, serta pemasangan pagar kawat guna melindungi kawasan mata air dari gangguan ternak.

Koordinator YMTM Flores, Marsel Mau, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari Program Kampung Iklim yang telah dirancang secara berkelanjutan dan berlandaskan Peraturan Desa tentang Sumber Daya Air.

“Konservasi mata air ini bertujuan memulihkan dan meningkatkan debit air yang terus menurun. Upaya ini tidak bisa instan, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat,” jelas Marsel.

Ia menegaskan, pelestarian alam bukan pekerjaan satu pihak. Aksi di Ae Nio merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, di mana YMTM bekerja sama dengan World Neighbors (WN), Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dalam penyediaan anakan bambu, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo yang mendukung penyediaan anakan pohon gayam.

Koordinator Kabupaten Yayasan Bambu Lingkungan Lestari wilayah Nagekeo, Juruslan Ndima, menekankan bahwa krisis lingkungan hanya dapat dihadapi melalui semangat gotong royong.

“Merawat alam tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama, karena bumi ini rumah kita bersama,” ujarnya.

Melalui upaya pelestarian vegetasi dan perlindungan kawasan Mata Air Ae Nio, masyarakat Desa Ulupulu menaruh harapan besar agar sumber air bersih tetap lestari bagi generasi kini dan mendatang.

Lebih dari itu, aksi ini menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim yang kian tak terelakkan.

Di tengah tantangan global, gerakan kecil dari desa ini mengingatkan bahwa merawat alam adalah merawat kehidupan itu sendiri, sebuah tanggung jawab bersama yang tak bisa ditunda. (***)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.