Ketua DPRD Nagekeo mengibaratkan Lukas Mere sebagai komposer piawai yang mampu mengorkestrasi kerja-kerja aparatur secara harmonis menuju tujuan organisasi pemerintahan. Hubungan antara legislatif dan eksekutif pun, menurutnya, terjembatani dengan baik berkat karakter bersahaja dan kepemimpinan almarhum.
sambutan penuh empati tersebut turut mengungkapkan betapa kehilangan itu dirasakan begitu dalam. Bagi Shafar, kepergian Lukas Mere meninggalkan kekosongan yang sulit tergantikan.
“Terima kasih karena telah menjadi partner diskusi yang kompeten, yang mengedepankan profesionalitas kerja, serta selalu berpikir yang terbaik untuk daerah ini,” ucap Ketua DPRD Nagekeo penuh rasa hormat.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua hal yang kurang berkenan, yang terjadi selama kebersamaan kita, baik sebagai mitra kerja, maupun dalam hubungan pertemanan dan persaudaraan”, tambah Shafar.
Suara Ketua DPRD Nagekeo sempat tercekat saat menyampaikan bahwa dirinya dan rekan-rekan DPRD belum sepenuhnya siap merelakan kepergian sang sahabat.
“Kami masih menginginkan engkau untuk ada, berjuang, dan menuntaskan apa yang sudah dititipkan sejarah kepada kita. Namun, kami tidak bisa mengambilmu dari Dia, Tuhan, yang begitu mencintaimu”, ucapannya penuh haru.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
