Meski demikian, tidak sedikit pengendara yang nekat melintas dengan mengandalkan keseimbangan dan bantuan sesama pengguna jalan. Beberapa kendaraan sempat terpeleset, namun berhasil melewati jembatan setelah dibantu pengendara lain yang kebetulan melintas.

Mayoritas pengguna jembatan Poma Keke pada Selasa pagi tersebut adalah para pegawai dan pelajar yang hendak berangkat ke kantor dan sekolah. Jembatan ini memang menjadi akses terdekat dan paling vital bagi warga yang bepergian menuju wilayah Aeramo maupun sebaliknya ke Nangdhero dan Marapokot, termasuk menuju fasilitas publik penting seperti Pelabuhan Marapokot dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo.

Perlu diketahui, Jembatan Poma Keke merupakan bagian dari jalan provinsi. Jembatan ini telah mengalami kerusakan parah sejak diterjang banjir pada Jumat, 3 Februari 2023 lalu. Namun hingga memasuki awal 2025, belum ada perbaikan permanen yang dilakukan oleh pemerintah.

Ironisnya, sejumlah pejabat pemerintahan maupun anggota DPRD dilaporkan telah beberapa kali melintasi dan memantau kondisi jembatan tersebut. Meski demikian, upaya konkret untuk memperbaiki Jembatan Poma Keke belum juga terealisasi.

Masyarakat pun menyuarakan harapan dan kekecewaannya. Mereka mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah cepat sebelum jembatan tersebut memakan korban jiwa.

“Kami berharap jembatan ini segera diperbaiki. Jangan tunggu ada korban baru mereka urus,” keluh salah seorang pengendara di lokasi kejadian.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.