Ia menuturkan, inisiatif perbaikan dilakukan agar akses jembatan yang merupakan jalur vital mobilitas masyarakat tidak terputus, terutama bagi anak-anak sekolah, pegawai, petani, dan nelayan, serta untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi warga.

Menurut Jack, gerakan gotong royong ini bermula dari ajakan melalui media sosial, khususnya grup WhatsApp warga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pemerintah desa. Selanjutnya, pemerintah desa membangun komunikasi dengan Batalion Waka Nga Mere dan Polres Nagekeo untuk mendukung pelaksanaan perbaikan jembatan.

Selain masyarakat sekitar, sejumlah pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut turut ambil bagian dalam kegiatan perbaikan. Kolaborasi berbagai pihak ini membuat perbaikan jembatan darurat dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Jack Ahi juga mengimbau agar kendaraan dengan muatan di atas lima ton untuk sementara tidak melintasi jembatan tersebut, mengingat kondisi jembatan masih bersifat darurat.

“Kami mengimbau kendaraan bertonase besar untuk tidak melintas. Prioritas penggunaan jembatan ini adalah untuk keperluan mendesak seperti akses ke rumah sakit, anak-anak sekolah, pegawai, serta mobilisasi hasil pertanian dan perikanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan jembatan darurat Poma Keke telah dilakukan secara swadaya sebanyak empat kali, bahkan sebagian menggunakan dana pribadi. Karena itu, ia berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.