Ia juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah demi terciptanya kehidupan yang damai dan saling menghargai.

Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman

Kepala MUI Kabupaten Nagekeo, Lutfi Daeng Maro, mewakili suara para ulama, menyampaikan pesan penting tentang makna Halal Bihalal sebagai momentum merawat ukhuwah di tengah zaman yang semakin kompleks.

“Halal Bihalal bukan sekadar silaturahim, tapi juga sarana untuk saling memaafkan, merekatkan persaudaraan, dan memperkuat persatuan umat,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai toleransi dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan moral umat.

Panitia pelaksana menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai bagian dari masa konsolidasi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.