Ia menyebut momen ini sebagai “ungkapan tulus dari hati yang rindu akan persaudaraan” sebuah ajakan untuk kembali pada nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan cinta kasih yang tulus antar sesama.
“Ini adalah waktu bagi kita untuk merangkul perbedaan, menyatukan niat, dan membangun kebersamaan yang lebih erat,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya memaafkan tanpa batas, sebagai fondasi untuk membangun relasi sosial yang lebih sehat dan produktif.
Lebih dari itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemisah
“Manusia diciptakan berbeda bukan untuk terpisah, tetapi untuk saling melengkapi,” tambahnya.
Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar SE, menyebut Halal Bihalal sebagai “momen rekonsiliasi hati” yang tidak hanya menyasar ranah personal, tetapi juga sosial dan kelembagaan.
“Dalam bingkai kebersamaan inilah, kita bisa menatap masa depan Nagekeo yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
