<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Padi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/padi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Apr 2025 07:22:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Padi &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>REVOLUSI IRIGASI: Pemerintah Akan Terapkan Teknologi IPHA, Kontrol Air Pakai Teknologi Digital</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/teknologi-ipha/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 07:22:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hemat Air]]></category>
		<category><![CDATA[IPHA]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=18174</guid>

					<description><![CDATA[REVOLUSI IRIGASI: Pemerintah Akan Terapkan Teknologi IPHA, Kontrol Air Pakai Teknologi Digital. FAKTAHUKUMNTT.COM, Nasional – 23 April 2025. Teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) akan diterapkan Pemerintah pada seluruh pertanian di Indonesia. Selain itu untuk mendukung keberhasilan IPHA, Kementerian PU mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital. Sebuah gebrakan besar dalam dunia pertanian tengah terjadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>REVOLUSI IRIGASI: Pemerintah Akan Terapkan Teknologi IPHA, Kontrol Air Pakai Teknologi Digital.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, Nasional – 23 April 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) akan diterapkan Pemerintah pada seluruh pertanian di Indonesia. Selain itu untuk mendukung keberhasilan IPHA, Kementerian PU mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital.</i></b></p>
<p dir="ltr">Sebuah gebrakan besar dalam dunia pertanian tengah terjadi. Pemerintah akan menerapkan secara luas Teknologi <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/air-irigasi-mbay/">Irigasi</a> Padi Hemat Air (IPHA) ke seluruh daerah pertanian di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Kebijakan ini diambil menyusul keberhasilan IPHA di Daerah Irigasi Rentang, Jawa Barat—yang mencakup Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.</p>
<p dir="ltr">Langkah strategis ini dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur irigasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di berbagai daerah.</p>
<p dir="ltr">Teknologi IPHA dianggap menjadi jawaban atas tantangan efisiensi air di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis air yang makin nyata.</p>
<p dir="ltr">“Dengan IPHA, kita tidak hanya mengurangi penggunaan air, tetapi juga meningkatkan kualitas dan hasil panen. Keberhasilan teknologi ini akan menjadi dasar untuk memperluas implementasinya ke daerah-daerah irigasi lain,” kata Dody, salah satu pejabat yang terlibat dalam pengembangan IPHA, dilangsir dari Kompas.com.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Panen Melimpah, Begini Strategi Jitu Memperbanyak Anakan Padi</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/panen-padi-melimpah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 06:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[cara memperbanyak anakan padi]]></category>
		<category><![CDATA[cara meningkatkan hasil panen padi]]></category>
		<category><![CDATA[jarak tanam padi ideal]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[pemupukan padi yang tepat]]></category>
		<category><![CDATA[pengairan intermiten pada padi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi memperbanyak anakan padi]]></category>
		<category><![CDATA[teknik budidaya padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=15251</guid>

					<description><![CDATA[Rahasia Panen Melimpah, Begini Strategi Jitu Memperbanyak Anakan Padi. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 15 Februari 2025. Panen padi yang melimpah tidak hanya bergantung pada varietas yang digunakan, tetapi juga pada teknik budidaya yang tepat. Salah satu faktor kunci dalam meningkatkan hasil panen adalah memperbanyak anakan padi produktif. Anakan produktif adalah anakan yang tumbuh di awal masa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Rahasia Panen Melimpah, Begini Strategi Jitu Memperbanyak Anakan Padi.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 15 Februari 2025.</b><br />
Panen <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/ekonomi/hama-ulat-mbay/">padi</a> yang melimpah tidak hanya bergantung pada varietas yang digunakan, tetapi juga pada teknik budidaya yang tepat. Salah satu faktor kunci dalam meningkatkan hasil panen adalah memperbanyak anakan padi produktif.</p>
<p dir="ltr">Anakan produktif adalah anakan yang tumbuh di awal masa tanam dan mampu menghasilkan malai. Jika anakan tumbuh setelah 35 hari, biasanya tidak akan produktif.</p>
<p dir="ltr">Lalu, bagaimana cara memperbanyak anakan padi agar hasil panen optimal? Simak strategi jitu berikut ini.</p>
<p dir="ltr"><b>1. Gunakan Bibit Muda</b><br />
Menanam bibit muda (7-14 hari setelah semai) terbukti menghasilkan lebih banyak anakan dibanding bibit tua. Bibit muda memiliki kemampuan regenerasi yang lebih baik, sehingga lebih cepat beradaptasi dan menghasilkan banyak tunas baru.</p>
<p dir="ltr"><b>2. Tanam 1-3 Bibit per Lubang</b><br />
Jumlah bibit yang ditanam dalam satu lubang sangat berpengaruh terhadap jumlah anakan yang terbentuk. Untuk hasil optimal, tanam 1 hingga 3 bibit per lubang. Jika terlalu banyak, persaingan nutrisi akan meningkat, menyebabkan pertumbuhan anakan kurang maksimal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
