<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Karantina &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/karantina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2025 05:07:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Karantina &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sosialisasi Peraturan Karantina dan Perda Lalu Lintas Ternak di Nagekeo: Upaya Lindungi Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/balai-karantina-ntr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 05:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Karantina NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Karantina]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=19427</guid>

					<description><![CDATA[Sosialisasi Peraturan Karantina dan Perda Lalu Lintas Ternak di Nagekeo: Upaya Lindungi Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 27 Mei 2025. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) melalui Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Karantina dan Peraturan Daerah (Perda) Terkait Lalu Lintas Ternak di Aula Hotel Pepita, Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Sosialisasi Peraturan Karantina dan Perda Lalu Lintas Ternak di Nagekeo: Upaya Lindungi Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO – 27 Mei 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b><i>Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) melalui Balai <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/penyelundupan-hewan/">Karantina</a> Ikan, Hewan dan Tumbuhan menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Karantina dan Peraturan Daerah (Perda) Terkait Lalu Lintas Ternak di Aula Hotel Pepita, Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa 27 Mei 2025.</i></b></p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini dihadiri lintas instansi seperti Dinas Peternakan, Satpol PP, Sabandar Marapokot, Polres Nagekeo, Koramil Aesesa, para camat, kepala desa, hingga pelaku usaha peternakan.</p>
<p dir="ltr">Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, SH. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan kekarantinaan demi menjamin keamanan pangan, kesehatan hewan, dan keberlanjutan usaha ternak di wilayah Kabupaten Nagekeo.</p>
<p dir="ltr">“Kepatuhan terhadap regulasi ini bukan sekadar kepentingan pemerintah. Ini menyangkut kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi daerah kita,” ujar Bupati Simplisius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usut Penyelundupan Hewan di Anakoli, Balai Karantina NTT Akan Ke Nagekeo </title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/tak-berkategori/balai-karantina-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 04:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Karantina NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Karantina]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelundupan hewan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=17350</guid>

					<description><![CDATA[Usut Penyelundupan Hewan di Anakoli, Balai Karantina NTT Akan Ke Nagekeo  FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 3 April 2025. Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam jangka waktu dekat akan datang ke Kabupaten Nagekeo, berkoordinasi dengan pemerintah daerah tentang penyelundupan hewan di pantai Okacawa, Desa Anakoli. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Usut Penyelundupan Hewan di Anakoli, Balai Karantina NTT Akan Ke Nagekeo  </b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://Faktahukumntt.com" target="_blank" rel="noopener">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 3 April 2025.</b></p>
<p dir="ltr"><b>Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam jangka waktu dekat akan datang ke <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/ternak-bunting/">Kabupaten Nagekeo</a>, berkoordinasi dengan pemerintah daerah tentang penyelundupan hewan di pantai Okacawa, Desa Anakoli.</b></p>
<p dir="ltr">Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Nagekeo belum lama ini berhasil menggagalkan pengiriman hewan tidak resmi melalui jalur laut, Pantai Okacawa, Desa Anakoli, Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p dir="ltr">Operasi penyergapan penyelundupan hewan yang dilakukan Sat Pol PP mampu mengamankan barang bukti berupa 10 ekor hewan (2 ekor kuda betina, 2 ekor kerbau jantan dan 6 ekor kerbau betina).</p>
<p dir="ltr">Saat Sat Pol tiba di lokasi penyergapan tenyata satu kapal motor bermuatan hewan sudah lolos.</p>
<figure id="attachment_17352" aria-describedby="caption-attachment-17352" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17352" src="https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif.jpg" alt="Betina " width="1200" height="900" srcset="https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif.jpg 1200w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-300x225.jpg 300w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-1024x768.jpg 1024w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-768x576.jpg 768w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-24x18.jpg 24w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-36x27.jpg 36w, https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/04/Betina-produktif-48x36.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-17352" class="wp-caption-text">Hewan Betina Produktif, diduga dalam keadaan bunting yang ditahan oleh Sat Pol PP Nagekeo sebagai barang bukti penyelundupan hewan. (Foto: faktahukumntt.com)</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Kenyataan lainnya adalah diantara 10 ekor hewan yang ditahan Sat Pol PP ada yang sedang dalam keadaan bunting.</p>
<p dir="ltr">Kini Sat Pol PP telah mengembalikan barang bukti penyelundupan kepada pemiliknya dengan alasan menghindari resiko dan mengamankan barang bukti penyelundupan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergub Larang Pengiriman Hewan Betina Non Produktif, Sanksi Penyelundupan Denda Hingga Penjara</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/pengiriman-hewan-betina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 02:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Karantina]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelundupan hewan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=17344</guid>

					<description><![CDATA[Pergub Larang Pengiriman Hewan Betina Non Produktif, Sanksi Penyelundupan Denda Hingga Penjara. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 3 April 2025. Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 52 Tahun 2023 jelas melarang pengiriman hewan betina produktif maupun non produktif. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bab XIII mengatur tentang ketentuan pidana berupa kurang penjara dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b> Pergub Larang Pengiriman Hewan Betina Non Produktif, Sanksi Penyelundupan Denda Hingga Penjara.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211;</b> <b>3 April 2025</b>.</p>
<p dir="ltr"><b>Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 52 Tahun 2023 jelas melarang pengiriman <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/sat-pol-pp/">hewan</a> betina produktif maupun non produktif. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bab XIII mengatur tentang ketentuan pidana berupa kurang penjara dan denda miliaran rupiah jika terjadi Penyelundupan.</b></p>
<p dir="ltr">Kadis Peternakan <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/pol-pp-kabupaten-nagekeo/">Kabupaten Nagekeo</a>, Kelementina Dawo menegaskan bahwa Pergub nomor 52 Tahun 2023 tentang Pengendalian Terhadap Pemasukan, Pengeluaran dan Peredaran Ternak  Produk Hewan dan Ikutannya di NTT melarang dan tidak mengatur pengiriman ternak hewan betina sekalipun hewan tersebut non produktif.</p>
<p dir="ltr">Dalam Pergub 52 Tahun 2023 pasal 10 menjelaskan bahwa <i>pertama</i>, ternak besar potong boleh dikirim keluar daerah adalah ternak besar jantan siap potong. <i>Kedua</i>, Ternak besar potong jantan bibit tidak diperbolehkan untuk dikirim keluar daerah. <i>Ketiga</i>, Ternak besar potong betina bibit maupun bukan bibit tidak diperbolehkan untuk dikirim ke luar daerah kecuali ternak kuda betina tidak produktif akibat umur maupun gangguan reproduksi.</p>
<p dir="ltr">Pergub 52 Tahun 2023 pasal 11 mengatur, ternak besar potong jantan yang dimaksud harus memenuhi standar berat minimal, sapi bali 275 kilogram, sapi sumba ongole/sapi rote 325 kilogram, kerbau 375 kilogram dan kuda 150 kg.</p>
<p dir="ltr">Selain itu pasal 12 Pergub tesebut membatasi kuato pengiriman ternak, harus sesuai dengan jumlah yang telah diusulkan pemerintah daerah setiap tahunnya. Tahun 2025 Kabupaten Nagekeo mendapatkan alokasi sebanyak 2500 ternak.</p>
<p dir="ltr">Kadis Peternakan Kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa dalam urusan lalulintas hewan tugas Dinas Peternakan hanya pada urusan teknis seperti pemeriksaan kelayakan berdasarkan ukuran, pemeriksaan kesehatan hewan dan menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Rekanan membayar 15.000 perekor untuk SKKH untuk Pemda, selain itu mereka harus berkoordinasi ke Dinas Perijinan propinsi untuk mendapatkan Surat ijin pengeluaran, mereka perlu bayar 50.000 perekor. Sebelum diantar pulaukan mereka harus memilki dokumen karantina, minimal 7 hari dikarantina, tetapi sekarang ada PMK (Penyakit Mulut dan Kuku, red) harus 14 hari&#8221;, jelas Kadis Peternakan.</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan bahwa untuk pengawasan lalu lintas hewan sesungguhnya ada tim terpadu termasuk aparat keamanan TNI dan Polri yang dibentuk berdasarkan surat Keputusan Bupati dan diatur dalam Peraturan Bupati.</p>
<p dir="ltr">Dalam kenyataannya, karena keterbatasan anggaran tim terpadu tidak berjalan efektif kecuali Sat Pol PP karena kewenangannya dalam menegakan Perda.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita ada tim terpadu dengan catatan agar dapat membantu daerah, untuk mengawasi agar keseimbangan populasi tetap terjaga, peternak melakukan sesuai dengan aturan yang dipersyaratkankan&#8221;, jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Kadis peternak berharap adanya Sinergitas semua pihak untuk menjaga dan mengawasi lalu lintas hewan dan menjaga perilaku nakal oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengirimkan ternak tidak sesuai dengan ketentuan regulasi.</p>
<p dir="ltr">Ia mengutarakan bahwa jika tidak ada pengawasan yang baik perilaku tersebut akan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem ternak di kabupaten Nagekeo yang berdampak pada kepunahan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Coba dibayangkan saja kalau setiap minggu keluar hewan betina kita, anak cucu kita besok-besok tidak tahu sapi model apa, kerbau model apa karena hewan kita sudah habis. Kita menjaga itu juga, kuato kita 2500, kita ijinkan untuk pengiriman ternak intinya memenuhi syarat&#8221;, tutur Kadis Peternakan, Kelementina Dawo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
