<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aksi Damai &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<atom:link href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/tag/aksi-damai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Nagekeo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 10:49:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://nagekeo.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-5-32x32.png</url>
	<title>Aksi Damai &#8211; Fakta Hukum Nagekeo</title>
	<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Forkasi Desak Hentikan Pembangunan Yonif dan Brigif di Nagekeo</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/forkasi-aksi-damai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Brigif]]></category>
		<category><![CDATA[Forkasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Hedlina]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Korem]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak Yonif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=23456</guid>

					<description><![CDATA[Forkasi Desak Hentikan Pembangunan Yonif dan Brigif di Nagekeo FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 6 Juni 2026. Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan, Perdamaian dan Hak Asasi (Forkasi) Kevikepan Mbay bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum muda, serta masyarakat terdampak menggelar aksi damai untuk menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif), Brigade Infanteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Forkasi Desak Hentikan Pembangunan Yonif dan Brigif di Nagekeo</b></p>
<p><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 6 Juni 2026.</b><br />
<b><i>Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan, Perdamaian dan Hak Asasi (Forkasi) Kevikepan Mbay bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum muda, serta masyarakat terdampak menggelar aksi damai untuk menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif), Brigade Infanteri (Brigif), dan Komando Resor Militer (Korem) di <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/pol-pp-kabupaten-nagekeo/">Kabupaten Nagekeo</a>, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 5 Juni 2026.</i></b></p>
<p>Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut berlangsung di dua lembaga strategis pemerintahan, yakni Kantor DPRD Kabupaten Nagekeo dan Kantor Bupati Nagekeo.</p>
<p>Di bawah terik matahari yang menyengat, ratusan peserta aksi bertahan selama berjam-jam untuk menyuarakan aspirasi mereka. Melalui orasi, doa bersama, serta bentangan spanduk, massa menyampaikan pesan-pesan penolakan terhadap pembangunan instalasi militer di wilayah mereka.</p>
<p>Sejumlah spanduk yang dibentangkan peserta aksi bertuliskan antara lain: “Kami Menjaga Alam, Kami Menolak Militerisasi”, “Stop Kehadiran Yonif dan Brigif di Tanah Kami”, “Kami Butuh Kehidupan, Bukan Yonif dan Brigif”, serta “Transad Tonggurambang Bukan Tanah Kosong”.</p>
<p><b>Penolakan Didasarkan pada Hak Konstitusional Warga</b></p>
<p>Ketua Forkasi Kevikepan Mbay, Pater Charlest Lelu, OFM, yang juga merupakan Pastor Paroki Aeramo, membacakan pernyataan sikap resmi organisasi tersebut di hadapan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo.</p>
<p>Dalam pernyataan itu, Forkasi menegaskan bahwa penolakan mereka tidak dilandasi sentimen terhadap institusi negara, melainkan berangkat dari kekhawatiran atas dampak sosial, lingkungan, serta potensi pelanggaran hak-hak masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Damai Tolak Geothermal: Rakyat Tidak Tinggal Diam Atas Ancaman Eksploitasi Alam</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/aksi-damai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 11:47:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[tolak geothermal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=19721</guid>

					<description><![CDATA[Aksi Damai Tolak Geothermal: Rakyat Tidak Tinggal Diam Atas Ancaman Eksploitasi Alam. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211;  5 Juni 2025. Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende sukses menggelar aksi damai menyampaikan seruan nurani dan sikap tegas terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang semakin nyata di wilayah Kabupaten Nagekeo dengan aman dan tertib, Kamis 5 Juni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Aksi Damai Tolak Geothermal: Rakyat Tidak Tinggal Diam Atas Ancaman Eksploitasi Alam.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211;  5 Juni 2025.</b><br />
<b><i>Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende sukses menggelar aksi damai menyampaikan seruan nurani dan sikap tegas terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang semakin nyata di wilayah Kabupaten Nagekeo dengan aman dan tertib, Kamis 5 Juni 2025.</i></b></p>
<p dir="ltr">Ribuan masyarakat dari berbagai elemen yang terdiri dari Biarawan-biarawati, tokoh adat, pemuda dan tokoh lintas iman terlibat dalam Aksi Damai menolak proyek <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tolak-geotermal/">Geothermal</a> di Pulau Flores secara khusus Kabupaten Nagekeo.</p>
<p dir="ltr">Aksi Damai ini dimulai dari halaman Sekretariat Bersama, Rumah Kevikepan Mbay, kemudian berarak menuju Kantor Bupati Nagekeo, Kantor DPRD Nagekeo, dan kembali ke titik awal sebagai simbol kembali ke akar dan rumah bersama rakyat.</p>
<p dir="ltr">Vikaris Episkopal Kevikepan Mbay,<br />
RD. Asterius Lado dalam konferensi pers yang digelar di Aula Stasi Penginanga menjelaskan bahwa Aksi Damai tersebut mengusung tema lokal &#8220;Jaga Tanah, Rawat Air, Lindungi <i>Anak Cucu&#8221;, dan sejalan dengan tema global &#8220;Our Land. Our Future. We are #Generation Restoration&#8221;.</i></p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan bahwa Aksi damai tesebut menandai komitmen rakyat Nagekeo untuk tidak tinggal diam atas ancaman eksploitasi atas tanah, air, dan masa depan generasi mendatang.</p>
<p dir="ltr"><b>Pernyataan Sikap Masyarakat Nagekeo</b></p>
<p dir="ltr">RD Asterius Lado Mengutarakan bahwa Melalui Aksi Damai Forum Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay, Masyarakat Kabupaten Nagekeo secara tegas menyatakan sikap dan melayangkan tuntutan kepada pemerintah daerah untuk menolak segala bentuk proyek pemerintah yang tidak ramah lingkungan, merusak alam dan mengancam keselamatan hidup masyarakat kabupaten Nagekeo dimasa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati dan DPRD Dukung Masyarakat Tolak Geothermal di Nagekeo</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tolak-geothermal-nagekeo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 02:25:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Hukum Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Peduli Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Geothermal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kevikepan Mbay]]></category>
		<category><![CDATA[Nagekeo terkini]]></category>
		<category><![CDATA[tolak geothermal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=19707</guid>

					<description><![CDATA[Bupati dan DPRD Dukung Masyarakat Tolak Geothermal di Nagekeo. FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 5 Juni 2025. Aksi Damai oleh Forum Peduli Lingkungan Kevikepan Mbay berhasil membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo buka suara menyatakan sikap mendukung langkah masyarakat menolak proyek Geothermal di wilayah Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Bupati dan DPRD Dukung Masyarakat Tolak Geothermal di Nagekeo.</b></p>
<p dir="ltr"><b><a href="http://faktahukumntt.com">FAKTAHUKUMNTT.COM</a>, NAGEKEO &#8211; 5 Juni 2025.</b><br />
<b><i>Aksi Damai oleh Forum Peduli Lingkungan Kevikepan Mbay berhasil membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo buka suara menyatakan sikap mendukung langkah masyarakat menolak proyek <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/tolak-geothermal/">Geothermal</a> di wilayah Kabupaten Nagekeo, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).</i></b></p>
<p dir="ltr">Bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  ribuan masyarakat yang tergabung dalam Forum<b><i> </i></b>Peduli Lingkungan Hidup Kevikepan Mbay turun ke jalan menggelar aksi damai menolak Proyek Geothermal di Pulau Flores secara khusus di Kabupaten Nagekeo, Kamis 5 Juni 2025.</p>
<p dir="ltr">Mereka terdiri dari berbagai elemen yakni Biarawan-biarawati (Para Pastor atau Imam Katolik, Frater, Bruder dan Suster), Orang Muda Katolik (OMK) dan Umat dari 10 Paroki di wilayah Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende.</p>
<p dir="ltr">Hadir pula tokoh masyarakat lintas iman dan tokoh adat pemilik ulayat tanah yang teridentifikasi menjadi titik Bor Proyek Geotermal di wilayah Kabupaten Nagekeo yakni (tokoh adat masyarakat Rendu, tokoh adat Suku Dhawe, Lape dan Nataia serta tokoh adat masyarakat Mauponggo).</p>
<p dir="ltr">Massa mendatangi Kantor Bupati Nagekeo dan Kantor DPRD Kabupaten Nagekeo dengan tertib dan menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk pembangunan merusak alam dan lingkungan hidup di Kabupaten Nagekeo, secara khusus Pembangunan Proyek panas bumi (Geothermal) yang teridentifikasi akan di bangun di tiga titik yakni Pajoreja, Kecamatan Mauponggo, Renduteno, Kecamatan Aesesa Selatan dan Marapokot, Kecamatan Aesesa.</p>
<p dir="ltr">Kepada Bupati dan DPRD mereka menuntut agar Pemerintah Daerah secara resmi dan terbuka menyatakan sikap menolak proyek Geothermal di wilayah Kabupaten Nagekeo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Damai GMNI Nagekeo Dicederai Bacaleg Perindo Nagekeo dan Oknum Wartawan, Diduga Skenario Kapolres</title>
		<link>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/aksi-damai-gmni-nagekeo-dicederai-bacaleg-perindo-nagekeo-dan-oknum-wartawan-diduga-skenario-kapolres/</link>
					<comments>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/aksi-damai-gmni-nagekeo-dicederai-bacaleg-perindo-nagekeo-dan-oknum-wartawan-diduga-skenario-kapolres/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Petrus Fua Betu Tenda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2023 01:37:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Bacaleg Perindo Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminalisasi wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[Massa aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Oknum Wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Skenario Kapolres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nagekeo.faktahukumntt.com/?p=8370</guid>

					<description><![CDATA[Aksi Damai GMNI Nagekeo Dicederai Bacaleg Perindo Nagekeo dan Oknum Wartawan, Diduga Skenario Kapolres.  FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 25 April 2023. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  (GMNI) cabang Nagekeo menggelar aksi damai menyerukan Pencopotan Kapolres Nagekeo, buntut viralnya tangkapan layar berisi ancaman terhadap Wartawan TribunFlores.com, Patrianus Meo Djawa. Bukti Screenshot berupa percakapan dalam Grup Whatsapp KH (Kaisar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Aksi Damai GMNI Nagekeo Dicederai Bacaleg Perindo Nagekeo dan Oknum Wartawan, Diduga Skenario Kapolres. </b></p>
<p dir="ltr"><a href="http://Faktahukumntt.com" target="_blank" rel="noopener"><u><b>F</b></u></a><b>AKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO &#8211; 25 April 2023.</b><br />
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  (<a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/nasional/polisi-jangan-tebang-pilih-dpp-gmni-desak-kapolres-tts-segera-bebaskan-nikodemus-manao/">GMNI</a>) cabang Nagekeo menggelar aksi damai menyerukan Pencopotan <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/kasus-pasar-danga-kapolres-nagekeo-diingatkan-agar-tidak-ditunggangi-kepentingan-politik/">Kapolres Nagekeo,</a> buntut viralnya tangkapan layar berisi ancaman terhadap Wartawan <a href="http://TribunFlores.com" target="_blank" rel="noopener">TribunFlores.com</a>, Patrianus Meo Djawa.</p>
<p dir="ltr">Bukti <i>Screenshot</i> berupa percakapan dalam Grup <i>Whatsapp</i> KH (Kaisar Hitam) <i>Destroyer</i> yang dipimpin oleh Kapolres Nagekeo, AKBP Yudha Pranata, SIK, SH (Admin Grup) tersebar luas berisikan percakapan tak wajar yang mengarah kepada permufakatan jahat dana Kriminalisasi <a href="https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/arjuna-desak-polres-nagekeo-hentikan-laporan-ketua-suku-nataia-sengketa-berita-diselesaikan-dewan-pers/">pekerja Pers</a>.</p>
<p dir="ltr">Sebagai misal, Kata Patahkan Rahang, Jadikan sampah warnai obrolan di wall grup KH Destroyer milik Kapolres Nagekeo yang beranggotakan Wartawan Binaan Kapolres Nagekeo dan anggota Polisi. Tangkapan layar terakhir yang heboh dijagat maya adalah Percakapan yang memuat Perintah AKBP Yudha Pranata kepada wartawan binaannya untuk membuat Wartawan Patrianus STRESS.</p>
<p dir="ltr"><u>&#8220;</u>Bikin Dia (wartawan Patrianus, red) Stress&#8221;, Tulis Kapolres Nagekeo, dalam Grup <i>Whatsapp </i>KH Destroyer.</p>
<p dir="ltr">GMNI Cabang Nagekeo dibawah Komando Dominikus Seke Selaku Ketua  Cabang kemudian menggelar aksi damai dengan Tema  &#8220;Seruan Aksi Dugaan Ancaman Kekerasan dan Kriminalisasi oleh Kapolres Nagekeo, AKBP Yudha Pranata Terhadap Wartawan Tribunnews di Nagekeo, Patrianus Meo Djawa&#8221;. Tagar #Copot_Kapolres_Nagekeo, Selamatkan_Jurnalis, Selasa 25 april 2023.</p>
<p dir="ltr">Selain menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Mencopot Kapolres Nagekeo atas dugaan Permufakatan Jahat dan tindakan Kriminalisasi Wartawan, GMNI Nagekeo juga menyoroti berbagai persoalan yang  belum tuntas ditangani Polres Nagekeo seperti, Kasus Penemuan Mayat di saluran irigasi, Kasus Narkotika yang barang buktinya entah kemana dan Dugaan Korupsi Penataan Pasar Danga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nagekeo.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/aksi-damai-gmni-nagekeo-dicederai-bacaleg-perindo-nagekeo-dan-oknum-wartawan-diduga-skenario-kapolres/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
