Sosialisasi Empat Pilar di Nagekeo Tekankan Persaudaraan dan Jalan Keluar dari Kemiskinan.
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 20 Desember 2025.
Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hotel Sinar Kasih, Danga, Sabtu, 20 Desember 2025.
Meski tidak sempat hadir secara langsung, kegiatan yang diinisiasi oleh Julie Sutrisno Laiskodat tetap berlangsung dan disambut antusias masyarakat.
Hadir sebagai pemateri utama adalah Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Imanuel Ndun, sementara jalannya diskusi dipandu oleh Lurah Danga, Yohanes Lado.
Sebanyak puluhan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Nagekeo, di antaranya Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, dan Wolowae hadir dalam forum kebangsaan tersebut. Peserta didominasi oleh kaum muda, yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi.
Imanuel Ndun yang akrab disapa El Ndun menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, penguatan empat pilar tersebut tidak cukup hanya pada tataran normatif, tetapi harus dihidupkan kembali melalui pendekatan kultural, agar nilai-nilai kebangsaan benar-benar membumi dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Empat pilar kebangsaan harus terus digaungkan dan diejawantahkan kepada masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mempererat persaudaraan lintas generasi,” ujar El Ndun kepada wartawan.
Ia menilai, pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi kunci dalam membangun kohesi sosial sekaligus sebagai fondasi untuk keluar dari berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.
Nilai Kebangsaan dan Tujuan Negara
Lebih lanjut, Ndun menekankan bahwa tujuan utama negara adalah memakmurkan dan mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi dasar dalam membangun perilaku sosial masyarakat yang adil, inklusif, dan berkeadaban.
Ia mengakui bahwa pembahasan tentang Empat Pilar Kebangsaan kerap dianggap menjenuhkan, terutama bagi mereka yang sering terlibat dalam kegiatan serupa. Namun demikian, menurutnya, pengulangan materi justru menjadi penting demi membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Pemerintah tidak boleh berhenti dan tidak boleh jemu-jemu untuk membicarakan ini. Karena jika salah menanamkan nilai, maka konfliknya akan tinggi,” tegasnya.
ElNdun mencontohkan potensi konflik agama yang dapat muncul apabila nilai “berbeda tetapi tetap bersaudara, berbeda tetapi tetap bersatu” tidak terus digaungkan secara konsisten.
“Materi ini mungkin menjenuhkan bagi kita yang sering mendengarnya, tetapi anak-anak dan generasi muda perlu terus diingatkan. Mengisi memori mereka dengan hal-hal yang baik dan konstruktif adalah pekerjaan pemerintah dan juga orang tua,” tambahnya.
Disambut Antusias Kaum Muda
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya orang muda dari Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, dan Wolowae. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi serta perhatian penuh selama pemaparan materi.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dinilai sangat penting dan relevan, terutama dalam konteks tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur kebangsaan sebagai fondasi hidup. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
