Don – Marianus Tepis Isu Nepotisme Jabatan dan Lapangan Kerja. 

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO  – 29  Agustus 2024.
Diantar ribuan simpatisan dan partai pengusung, Paket Yes Jilid 2, pasangan calon Bupati, Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati, Marianus Waja (Don – Marianus) akhirnya resmi mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nagekeo pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Diterimanya berkas pendaftaran Peket Yes Jilid 2 oleh KPUD Nagekeo semakin terbuka lebar dan positif langkah Don – Marianus menuju kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nagekeo tahun 2024.

Pada hari pendaftaran, KPUD Nagekeo menggelar konferensi pers bersama bakal calon dan partai pengusung di Aula Media Center Kantor KPUD Nagekeo.

Don – Marianus dicecar pertanyaan wartawan ihwal dugaan Nepotisme jabatan Eselon II dan ketersediaan Lapangan Pekerjaan bagi angkatan kerja kabupaten Nagekeo di era kepemimpinan mereka periode 2018 – 2023.

Johanes Don Bosco Do saat menjawab pertanyaan wartawan mengakui bahwa pada masa kepemimpinan Don – Marianus sebelumnya, terdapat jabatan tertentu di lingkup Pemda Nagekeo, yang diisi oleh kerabat dekatnya. Namun pengisian jabatan tersebut dilakukan secara transparan melalui mekanisme formil seperti seleksi.

Ia mengutarakan bahwa sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dirinya menerima usulan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk memilih dan menempatkan Pegawai.

“Betul dia orang toto, Kepala Bappeda adik bungsu saya, Kepala BKD sepupu, Kepala PBJ, Sepupu jauh saya. Mereka mencapai jabatan itu melalui seleksi terutama eselon dua seleksi terbuka. Bisa diakses datanya mereka lulusan terbaik. mereka berhak”, jelas Johanes Don Bosco Do.

Mantan Bupati Nagekeo, periode 2018 – 2023 ini mengungkapkan bahwa berdasarkan Perintah Undangan-Undang jabatan Kepala Daerah dan wakil kepala daerah dalam 1 Periode adalah 5 Tahun. Untuk itu, dalam menempatkan pegawai  dirinya mesti mempertimbangkan secara baik militansi pegawai, soal loyalitas dan kompetensi agar mampu mendukung kinerja Kepala Daerah.

“yang pertama saya harus memilih dengan loyalitas tinggi. yang kedua Kompetensi. kompetensi bisa diasah, Loyalitas syarat nomor satu. Kami hanya diberi mandat 5 tahun, Kalau saya bekerja dengan orang yang tidak loyal, apalagi tidak kompeten itu celaka, kami tidak bisa melakukan pelayanan dengan baik”, Ucapannya.

Johanes Don Bosco Do mengimbau Masyarakat Nagekeo untuk lebih hati-hati dalam menanggapi isu dan narasi yang menggiring opini publik soal Nepotisme Jabatan di masa kepemimpinan Don – Marianus  yang ditampilkan tanpa basis data yang jelas.

Ia menegaskan bahwa jika dirinya memiliki sikap Nepotisme, semestinya jabatan strategis pemerintah yang dinilai  memiliki Lahan Basah diduduki oleh orang dekatnya.

Hal tersebut tidak dilakukan Bupati Don Bosco Do di masa kepemimpinan Don – Marianus karena dirinya memiliki prinsip yang tinggi dalam memanajemen birokrasi dengan menerapkan tata kelola birokrasi yang baik dan benar serta moderen berbasis digitalisasi.

“Kalau saya mau Nepotisme, APIP itu saya taruh langsung adik saya saja supaya aman. Tapi tidak saya taruh orang lain, Dia harus kritis menilai, mengawal kinerja pemerintah daerah sebelum ke Aparat penegak hukum”, paparnya.

” Saya hanya pengen tata kelola pemerintahan mulai dari perencanaan, penganggaran dilakukan dengan betul. Menerapkan betul tata kelola berbasis digital. Kita menerapkan sistem SIPD, sejak dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi”, tegas Johanes Don Bosco Do.

Sementara itu, Marianus Waja mantan wakil Bupati Nagekeo periode 2018 – 2023 meluruskan pernyataannya soal lapangan kerja yang seiring visi-misi Don – Marianus di periode sebelumnya tentang nolkan pengangguran.

Narasi nolkan pengangguran kemudian digiring opininya oleh oknum tak bertanggungjawab dengan memotong video pidatonya saat melantik para  kepala desa beberapa waktu lalu.

Potongan video tersebut menimbulkan berbagai spekulasi opini publik yang tidak mampu menangkap secara utuh gagasan pemerintah di era kepemimpinan Don – Marianus dalam mengupayakan penyediaan lapangan pekerjaan di kabupaten Nagekeo.

Politisi senior Partai Gerindra Kabupaten Nagekeo tersebut menjelaskan bahwa pada prinsipnya, perjuangan pemerintah daerah adalah meningkatkan pendapatan masyarakat.

” Prinsipnya semua anak-anak kita keluarga kita mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendapatan dan bisa menciptakan pendapatan”, jelas Marianus.

Mantan wakil Bupati Nagekeo mengutarakan bahwa Pada masa kepemimpinan Don – Marianus, Pemerintah telah berupaya mengatasi pengangguran dan menciptakan kesempatan kerja untuk meningkatkan pendapat masyarakat  melalui penguatan modal Rp.1,5 Millar di Dinas Koperasi dan Perindustrian (Koperindag) Kabupaten Nagekeo.

Modal tersebut bertujuan untuk memberikan ruang kepada eks Tenaga Harian Lepas (THL) kabupaten Nagekeo yang tidak mendapatkan kesempatan perpanjangan kontrak kerja untuk mengakses anggaran tersebut sebagai bantuan modal untuk meningkatkan pendapatan.

“Ruang kita berikan, supaya anak-anak muda kita yang dianggap penggugur itu,  kita ciptakan peluang itu”, Jelas Marianus Waja, Cawabup Nagekeo 2024.

Selanjutnya Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo di masa pemerintahan Don – Marianus telah mendorong Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memproses ijin usaha bagi para petani agar mendorong para petani menjadi pengusaha.

“Semua petani harus jadi pengusaha. Supaya legalitas ada, kalau tidak ada legalitas sulit untuk bersaing. Ketika keluar akan kesulitan karena orang membutuhkan legalitasmu”, Jelasnya dalam konferensi Pers yang digelar di Aula Kantor KPUD Nagekeo, Kamis 29 Agustus 2024. (Tenda)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.