Bunda Julie Laiskodat: Tenun Nagekeo Tembus Dunia Internasional di Era Dokter Don.
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 19 Oktober 2025.
Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat memberikan pengakuan dihadapan masyarakat tentang Pemerintahan dibawah Kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do alias Dokter Don yang cukup andil dalam mengembangkan dan memajukan UMKM di Kabupaten Nagekeo.
Ratusan warga Desa Nata Ute, Kecamatan Nangaroro antusias menyambut kunjungan reses Anggota DPR-RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, Sabtu 18 Oktober 2025.
Dalam balutan busana khas daerah, perempuan yang akrab disapa Bunda Julie itu berbicara dengan nada penuh empati dan kebanggaan terhadap Kabupaten Nagekeo, daerah yang disebutnya memiliki potensi luar biasa dalam dunia tenun dan ekonomi kreatif.
Namun, di balik suaranya yang bersemangat, terselip nada haru ketika ia mengenang masa kepemimpinan Johanes Don Bosco Do, Bupati Nagekeo periode sebelumnya.
“Kain Tenun Nagekeo bisa sampai ke galeri pasar internasional itu waktu jaman Dokter Don dan Ketua Dekranasdanya, Ibu Yayik Pawitra Gatih,” ucap Bunda Julie disambut tepuk tangan masyarakat.
Menurutnya, pada masa itu, kerja sama antara pemerintah daerah dan Dekranasda menjadi tonggak penting dalam mengangkat nama Nagekeo melalui karya tenun.
“Pada acara ASEAN SUMMIT, tenun Nagekeo ikut tampil di forum internasional karena Dokter Don dan Ibu Yayik tahu betul standar dan kualitas yang dibutuhkan dunia,” tambahnya.
Kehilangan Sosok Pendukung UMKM yang Visioner
Bunda Julie tak kuasa menahan perasaan saat mengenang Ibu Yayik Pawitra Gatih, sosok yang dikenal lembut namun tegas memperjuangkan penenun lokal agar bisa naik kelas.
“Saya kehilangan satu perempuan luar biasa, Ketua Dekranasda yang benar-benar mendukung kegiatan internasional itu,” ucap istri mantan Gubernur NTT, Viktor Bung Tilu Laiskodat.
Bagi Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem tersebut, kehilangan Yayik bukan hanya kehilangan seorang sahabat, tetapi juga kehilangan figur perempuan pelaku perubahan yang paham bagaimana membawa karya daerah ke panggung dunia.
UMKM dan Penenun Butuh Dukungan Nyata
Dalam dialog bersama warga, Anggota Komisi XI DPR-RI ini menyoroti dua persoalan klasik yang masih menghantui pelaku UMKM, terutama penenun yakni modal usaha dan akses pasar.
“Banyak penenun kita punya karya bagus, tapi tidak tahu ke mana harus menjual. Karena itu, kita butuh pemimpin yang berpihak pada pelaku UMKM,” ujarnya tegas.
Ia menekankan bahwa keberpihakan pemerintah sangat menentukan keberlangsungan usaha kecil. Menurutnya, pemerintah harus menjadi jembatan antara penenun dan pasar modern, baik nasional maupun internasional.
Dorongan untuk Generasi Muda Nagekeo
Selain berbicara tentang UMKM, Bunda Julie juga menyampaikan pesan khusus bagi generasi muda Nagekeo. Ia menilai, anak muda hari ini harus mulai berpikir kreatif dan berani memulai usaha sendiri.
“Untuk orang muda, karang taruna, remaja putra maupun putri, pikirkan mau usaha apa. Supaya ada pendapatan dan perputaran uang di sekitar kita,” pesannya.
Ia berharap, semangat kewirausahaan bisa tumbuh dari desa-desa, menjadi kekuatan baru ekonomi rakyat yang mandiri.
Dalam kunjungan reses di Nata Ute itu, Bunda Julie turut didampingi oleh Anggota DPRD Nagekeo Dapil 2 Fraksi NasDem, Anton Sukadame Wangge.
Mereka berdialog dengan warga, mendengar aspirasi, serta meninjau langsung potensi ekonomi desa. (Tenda)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
