Lima cabang lomba unggulan mewarnai acara ini, yaitu, Paduan Suara, Tari Kreasi, Fragmen, Bermain Sambil Bernyanyi dan Senam Kreasi.
Kegiatan ini juga bertujuan mendorong metode pembelajaran berbasis lokal. Dengan menggunakan bahan-bahan dari lingkungan sekitar, guru-guru PAUD dilatih untuk menyusun media belajar kreatif yang menyenangkan dan menggugah rasa ingin tahu anak.
Frederikus, salah satu penggerak kegiatan, menambahkan bahwa ajang PORSENI menjadi batu loncatan untuk mendorong guru-guru PAUD agar terus berinovasi dan berkompetisi secara sehat, demi mencetak generasi unggul dan tangguh di masa depan.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah investasi karakter dan masa depan Nagekeo,” ungkapnya penuh keyakinan.
Untuk menjaga integritas, panitia mendatangkan juri profesional dari luar kabupaten, yang diminta menilai dengan objektivitas tinggi dan penuh transparansi.
Ramun juga menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengisi otak anak dengan informasi, tapi proses menumbuhkan, memupuk, dan mengembangkan potensi anak dengan kasih dan kreativitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
