Selain parade drum band, berbagai kegiatan digelar untuk menyalakan potensi pelajar, mulai dari pertandingan sepak bola antara SMP Wolowae (Nagekeo) melawan SMP Ngemo (Ende) di Lapangan Marilewa, hingga lomba debat Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Inggris, tarian berpasangan, dan solo vokal.

Kepala SMA Negeri 1 Wolowae, Bonefasius Kopong Teka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara sekolah dan pemerintah desa, demi membina kemampuan akademik, minat, dan bakat anak-anak di wilayah pedesaan.

“Walau kami jauh dari kota, kami ingin anak-anak di desa memiliki semangat yang sama. Mereka harus percaya bahwa kemampuan mereka bisa bersaing. Ini bukti komitmen kami para pendidik yang sudah kami jalankan lebih dari sepuluh tahun,” ungkap Bonefasius.

Sementara itu, Albertus Bhokareu, tim pembina kesiswaan SMA Negeri 1 Wolowae, menilai kegiatan ini juga menjadi ajang penjaringan bakat siswa SMP di wilayah perbatasan Nagekeo dan Ende, daerah yang selama ini masih minim kesempatan.

“Banyak siswa kami berasal dari Kabupaten Ende. Melalui expo ini, kami bisa melihat bakat mereka, baik di bidang akademik maupun olahraga. Beberapa yang berprestasi akan kami beri beasiswa saat melanjutkan ke SMA 1 Wolowae,” jelas Albertus.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.