Gerobak Traktor Jadi Sarana Iman Anak-anak SEKAMI Marapokot Mewartakan Sukacita Natal
FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 4 Januari 2025.
Unik dan menarik, Gerobak Traktor menjadi sarana pewartaan sukacita Natal oleh anak SEKAMI di Stasi Matius Rasul Marapokot, Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Minggu 4 Januari 2025.
Hari Minggu, 4 Januari 2026, Gereja Katolik sejagat merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) yang sekaligus diperingati sebagai Hari Anak Misioner Sedunia.
Di momen penuh makna ini, Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende tidak hanya merayakan liturgi, tetapi juga menegaskan komitmen pastoralnya dengan mendeklarasikan misi “Orang Tua Peduli Anak Usia Dini”, sebuah seruan iman yang menempatkan anak sebagai pusat perhatian Gereja dan keluarga.
Di tengah gema perayaan tersebut, ada pemandangan sederhana namun sarat makna yang menyita perhatian umat di Stasi Matius Rasul Marapokot. Rombongan anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner (SEKAMI) dari KUB Ratu Pelindung tampil sebagai pewarta kecil yang membawa pesan besar, sukacita Natal dan iman yang hidup.
Seperti tradisi yang terus dijaga dari tahun ke tahun, anak-anak SEKAMI Marapokot merayakan Hari Penampakan Tuhan dengan mengunjungi rumah-rumah umat. Mereka menghidupi kembali kisah tiga Raja dari Timur Orang Majus yang datang dari jauh untuk menyembah Sang Raja Damai yang baru lahir.
Di setiap rumah yang mereka singgahi, anak-anak ini menyanyikan lagu-lagu Natal, berdoa bersama keluarga, lalu menandai pintu rumah dengan tulisan kapur sebagai simbol berkat dan perlindungan Tuhan.
Yang membuat perayaan ini terasa semakin menyentuh adalah cara mereka menempuh perjalanan misi tersebut. Tanpa kendaraan mewah atau fasilitas modern, anak-anak SEKAMI menggunakan tumpangan gerobak traktor tangan yang dimodifikasi dengan atap sederhana.
Gerobak itu menjadi “kendaraan misi”, melaju perlahan dari satu rumah ke rumah lain, membawa tawa, nyanyian, dan harapan.
Dengan senyum ramah dan wajah polos penuh sukacita, mereka memasuki rumah-rumah umat tanpa canggung. Terik matahari yang menyengat kulit tak menyurutkan semangat mereka. Keringat yang menetes justru menjadi saksi kecil dari perjuangan iman yang mereka hayati dengan tulus.
Bagi anak-anak ini, misi bukanlah beban, melainkan kegembiraan. Perayaan ini tidak berhenti pada tradisi semata, tetapi menyimpan makna iman yang dalam.
Kisah tiga Raja dari Timur dalam Hari Penampakan Tuhan melambangkan wahyu ilahi Yesus Kristus kepada seluruh bangsa, termasuk bangsa-bangsa non-Yahudi. Emas yang dibawa melambangkan Yesus sebagai Raja, kemenyan menandakan Dia sebagai Imam Agung, dan mur menyiratkan penderitaan serta kematian-Nya demi penebusan dosa umat manusia. Yesus diwartakan sebagai Raja, Imam, dan Juruselamat dunia.
Bagi anak-anak SEKAMI, keterlibatan dalam perayaan ini menjadi kesempatan berharga untuk tidak hanya mendengar kisah iman, tetapi juga merasakannya secara nyata. Mereka diajak masuk dalam perjalanan spiritual yang melibatkan langkah kaki, doa, nyanyian, panas matahari, dan pengorbanan kecil.
Gereja menyadari bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah, bahkan bagi anak-anak. Namun justru melalui pengalaman inilah benih iman ditanamkan sejak dini.

Perayaan Hari Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia di Stasi Marapokot menjadi pengingat bahwa iman yang hidup sering kali lahir dari kesederhanaan.
Dari gerobak traktor yang berjalan pelan, dari suara anak-anak yang bernyanyi dengan penuh sukacita, dan dari pintu-pintu rumah umat yang dibuka dengan senyum. Di sanalah Gereja hadir, berjalan bersama anak-anak, menumbuhkan iman, dan menyalakan harapan bagi masa depan. (TENDA)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
