SMAK Frans Boawae Ukir Sejarah  di JNW Cup 3.

FAKTAHUKUMNTT.COM, NAGEKEO – 7 Juli 2025.

Semangat juang, teknik mumpuni, dan mental juara. Tiga elemen itulah yang melekat kuat pada tim bola voli putra SMA Katolik Fransiskus Xaverius Boawae (SMAK Frans), yang secara gemilang keluar sebagai jawara Jacob Nuwa Wea (JNW) Cup ke-3.

Turnamen yang digelar di Lapangan Voli Kampus Politeknik St. Wilhelmus, Minggu 6 Juli 2025, menjadi saksi bagaimana tim SMAK Frans  Boawae menorehkan sejarah manis di dunia olahraga pelajar Nagekeo.

Dalam laga final yang sarat gengsi, SMAK Frans Bowae berhasil menundukkan lawan tangguh mereka, SMAN 1 Mauponggo, lewat pertarungan ketat tiga set dengan skor 2–1.

Laga tersebut bukan hanya menjadi penentuan juara, tapi juga menjadi panggung pembuktian bagi bakat-bakat muda yang mulai bersinar dari balik tembok sekolah.

Ketua Panitia JNW Cup 3, Nobertus Poi, mengungkapkan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan turnamen ini. Ia menegaskan bahwa JNW Cup bukan sekadar kompetisi mencari pemenang, melainkan ruang pemersatu.

“Proficiat untuk SMAK Frans Bowae! Tapi yang lebih penting, turnamen ini menjadi wadah mempererat persaudaraan antar pelajar dari berbagai sekolah di Nagekeo dan Ngada,” ungkapnya.

Hal senada ditegaskan oleh Direktur Politeknik St. Wilhelmus, Maria Ermelinda Oko, yang menegaskan bahwa JNW Cup adalah bagian dari misi besar kampus dalam membangun ekosistem pendidikan dan pengembangan generasi muda.

“Kami tidak sekadar menggelar turnamen untuk promosi, tetapi juga mengenang jasa para pendiri kampus ini serta menyiapkan ruang bagi pembinaan atlet-atlet muda di bidang voli,” jelas Ermelinda.

Dengan empat program studi unggulan, Politeknik St. Wilhelmus kini hadir sebagai kampus berbasis pertanian dan kewirausahaan yang visioner  yakni Akuntansi, Nutrisi dan Makanan Ternak, Manajemen Pertanian Lahan Kering, serta Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Salah satu momen penting dalam turnamen ini adalah kehadiran Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada, yang menutup turnamen secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyebut JNW Cup sebagai panggung strategis untuk menilai kualitas atlet pelajar di Nagekeo.

“Kami melihat langsung potensi luar biasa dari pemain muda. Ini menjadi bahan evaluasi dan persiapan untuk ajang di level provinsi hingga nasional,” tegasnya.

Lebih dari sekadar urusan teknis, Wabup Gonzalo juga menekankan nilai-nilai karakter dalam olahraga.

“Yang menang tetap rendah hati. Yang kalah, pulanglah dengan kepala tegak. Ini bukan semata-mata soal menang atau kalah, tetapi bagaimana membentuk karakter sportif,” pesannya penuh makna.

Dalam momen itu pula, Pemda Nagekeo melalui dirinya menyampaikan komitmen besar untuk mendukung pendidikan tinggi lokal. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah akan menggulirkan program beasiswa untuk mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus dan Institut Nasional Flores (INF).

Kemenangan SMAK Frans Boawae menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi dan latihan terukur tak pernah mengkhianati hasil. Tapi lebih dari itu, JNW Cup 3 telah membuktikan bahwa olahraga bukan hanya arena adu kemampuan, tapi juga ajang tumbuh bersama  dalam semangat kompetitif, solidaritas, dan cita-cita luhur membangun daerah.

Dengan dukungan berbagai pihak, dari lembaga pendidikan hingga pemerintah daerah, masa depan anak-anak muda Nagekeo dan Ngada kian terang baik di lapangan olahraga maupun dalam dunia akademik dan kewirausahaan. (TENDA)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.