REVOLUSI IRIGASI: Pemerintah Akan Terapkan Teknologi IPHA, Kontrol Air Pakai Teknologi Digital.

FAKTAHUKUMNTT.COM, Nasional – 23 April 2025.

Teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) akan diterapkan Pemerintah pada seluruh pertanian di Indonesia. Selain itu untuk mendukung keberhasilan IPHA, Kementerian PU mengembangkan sistem informasi pengelolaan air berbasis digital.

Sebuah gebrakan besar dalam dunia pertanian tengah terjadi. Pemerintah akan menerapkan secara luas Teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) ke seluruh daerah pertanian di Indonesia.

Kebijakan ini diambil menyusul keberhasilan IPHA di Daerah Irigasi Rentang, Jawa Barat—yang mencakup Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.

Langkah strategis ini dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur irigasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di berbagai daerah.

Teknologi IPHA dianggap menjadi jawaban atas tantangan efisiensi air di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis air yang makin nyata.

“Dengan IPHA, kita tidak hanya mengurangi penggunaan air, tetapi juga meningkatkan kualitas dan hasil panen. Keberhasilan teknologi ini akan menjadi dasar untuk memperluas implementasinya ke daerah-daerah irigasi lain,” kata Dody, salah satu pejabat yang terlibat dalam pengembangan IPHA, dilangsir dari Kompas.com.

Mengapa IPHA Dianggap Revolusioner?

IPHA mengandalkan metode pengairan berselang (intermittent irrigation), yang memungkinkan sawah mengalami siklus basah-kering secara teratur.

Pendekatan ini terbukti mampu menghemat air hingga 30 persen dan meningkatkan produktivitas padi hingga 169 persen dibandingkan metode pengairan konvensional.

Lebih dari sekadar metode teknis, IPHA hadir sebagai ekosistem pengelolaan air berbasis digital.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan sistem informasi pengelolaan air digital untuk memudahkan petani dan petugas lapangan dalam menjadwalkan irigasi, memantau debit air, hingga memberikan peringatan dini jika terjadi potensi kekeringan.

“Teknologi ini memastikan pengelolaan air menjadi lebih akurat dan efisien, sehingga hasil yang dicapai melalui IPHA dapat dioptimalkan,” lanjut Dody.

Sebagai bagian dari sosialisasi nasional, Kementerian PUPR akan menggelar panen demplot dan pameran hasil IPHA di Daerah Irigasi Rentang pada Selasa (22/04/2025).

Acara ini akan menampilkan hasil panen dari 3 dari 208 demplot IPHA yang telah dikembangkan.

Hingga kini, 18 demplot telah dipanen dengan hasil yang diklaim melampaui rata-rata produktivitas nasional.

Demplot-demplot ini dijadikan contoh nyata keberhasilan IPHA di lapangan. Para petani diharapkan bisa belajar langsung melalui metode penyuluhan pertanian berbasis demonstrasi ini.

Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang tahan terhadap perubahan iklim dan krisis sumber daya.

Dengan IPHA sebagai model, Indonesia berpotensi memimpin inovasi irigasi hemat air di kawasan Asia Tenggara.

“IPHA bukan hanya teknologi, tapi transformasi cara kita memperlakukan air sebagai sumber kehidupan,” tutup Dody. (***)

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.